LANGIT7.ID, Jakarta - Ada alasan
salat Dzuhur dan Ashar ayat Al Quran dibaca Sirr. Hal ini memang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, sehingga diteruskan umat Islam hingga sekarang.
Pendakwah
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, sirr berarti rahasia. Maknanya adalah tidak boleh sampai kepada orang lain, bahkan sekalipun diungkapkan tidak boleh ada orang lain yang mendengarnya.
"Mudahnya, kalau Nabi mencontohkan salat Dzuhur dan Ashar untuk sirr bacaannya, maka kita tinggal mengikutinya," jelas dia dalam penggalan kajian dikanal YouTubenya, dikutip Kamis (13/10/2022).
Baca Juga: Tata Cara Shalat Berjamaah Sesuai Sunnah dan Ajaran NabiLebih lanjut, UAH mengungkapkan bahwa sirr dalam salah Dzuhur dan Ashar yaitu bacaan salat yang dipelankan. Artinya tidak boleh bacaan salat itu terdengar oleh orang lain.
"Jadi kalau baca sirr tapi terdengar orang itu bukan sirr. Berbisik sampai terdengar itu sudah jahr namanya, karena ada kalimat yang terdengar," ujarnya.
Hal ini juga berlaku dalam perintah salat dengan bacaan jahr. Imam seringkali keliru dalam melafazkan kalimat basmalah.
"Jadi kadang-kadang ada imam salat Maghrib yang ingin membaca 'bismillah' dengan sirr, tapi dia berbisik sampai terdengar lafaznya. Ini bukan sirr tapi jahr, dan lebih baik langsung dikeraskan saja," ujar dia.
Baca Juga: Hukum Bacaan Al Fatihah Imam Terdengar saat Dzuhur dan AsharAdapun dari sisi hikmah, lanjut pendiri Quantum Akhyar Institute ini, sirr dalam salat Zuhur dan Ashar dikarenakan banyak umat yang tengah sibuk beraktivitas di waktu siang.
"Bila dalam suasana aktivitas menggunakan jahr untuk bacaan salat dikhawatirkan ada situasi yang tidak menyenangkan, seperti sahut-sahutan antara orang salat dengan mereka yang tengah beraktivitas urusan duniawi," tambahnya.
(bal)