LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah mendorong pemberdayaan UMKM yang menjadi agenda prioritas
Presidensi G20. Potensi pasarnya akan diperluas dengan memanfaatkan sistem lelang.
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mencatat, nilai transaksi lelang menunjukkan tren meningkat dalam enam tahun terakhir.
Tercatat frekuensi lelang dalam kurun 2016 - 2021 sebanyak 323.642 kali dengan total nilai transaksi sebesar Rp136,25 triliun.
Direktur Hukum dan Humas DJKN, Tri Wahyuningsih Retno Mulyani mengatakan, berbarengan dengan momentum 114 tahun Lelang Indonesia pada tahun ini, DJKN kembali memberikan tempat bagi UMKM untuk menguatkan eksistensinya, melalui event Gebyar Lelang Produk UMKM 2022.
Baca Juga: Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Listrik di Bali"Event ini akan digelar pada 24 Maret 2022, dengan target peserta setidaknya 600 pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan jumlah produk yang akan dilelang sebanyak 2.000 item," kata Retno belum lama ini.
Kemudian UMKM akan diberikan kemudahan fleksibilitas transaksi jual-beli produk. Layanan lelang dilakukan melalui portal resmi Lelang Indonesia, yakni lelang.go.id.
"Beberapa kemudahan tersebut antara lain adanya extended auction, di mana pelaksanaan lelang lebih fleksibel. Selain itu, calon peserta lelang tidak perlu menyetor uang jaminan. Juga adanya fitur atau menu khusus UMKM," katanya.
Dia berharap acara lelang tersebut dapat memberikan manfaat kepada para pelaku UMKM. Menurutnya, lelang adalah upaya alternatif untuk memperluas jangkauan pasar.
Selain itu, pihaknya juga memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM pada saat mengajukan permohonan lelang, pemasaran, dan pengembangan pasar, serta mendapatkan segmen pasar yang berbeda dari transaksi jual-beli.
(bal)