LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkomitmen menyediakan penginapan alternatif Glamping
(glamorous camping) Kencana sebagai salah satu akomodasi yang disiapkan untuk menunjang event internasional MotoGP Mandalika.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno mengungkapkan Glamping Kelana diharapkan dapat memberikan layanan optimal bagi para wisatawan.
“Akomodasi yang disiapkan diharapkan dapat memberikan layanan maksimal bagi wisatawan serta yang terpenting terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat dan mendorong kebangkitan ekonomi,” ujar Sandiaga dalam rilisnya, dikutip Selasa (22/02/2022).
Baca juga: Sandiaga Ajak Investor Turut Bangun Pariwisata NasionalGlamping Kelana ini terdapat dua paket yang disediakan bagi para wisatawan yang disiapkan di kawasan Mandalika, tepat di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah.
“Para wisatawan dapat menikmati fasilitas yang tersedia dengan harga mulai Rp250 hingga Rp600 ribu. Paket kedua meliputi sarana transportasi dari Bandara ke Glamping Kelana, penginapan, dan menikmati fasititas yang tersedia dengan dibandrol dengan harga sekitar Rp.600 ribu,” ujar Sandiaga.
Selain itu, Kemenparekraf juga melakukan langkah alternatif dalam menghadapi lonjakan permintaan dan antusiasme terhadap MotoGP.
Kemenparekraf menargetkan sekitar 1.000 unit tenda dengan kapasitas sekitar 2.000 orang.
"Karena minat yang sangat tinggi terhadap MotoGP, jadi akhirnya karena kreativitas bangsa kita dibuatlah tenda-tenda ini sebagai alternatif hunian, saat ini baru ada 20 unit tenda," kata Sandiaga.
Menurut Sandiaga, Glamping Kelana akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet portabel, mushola, dan panggung mini yang dapat dimanfaatkan untuk menampilkan produk-produk ekonomi kreatif dari masyarakat sekitar. Menurutnya proses pelengkapan berbagai fasilitas terebut merupakan bagian dari komitmen, dan sinergi semua pihak.
Baca juga: Kominfo Amankan Frekuensi Telekomunikasi Jelang Gelaran MotoGP 2022"Ini adalah inovasi, adaptasi, dan kolaborasi karena selain 1.000 tenda, nanti di depan akan ada 75 tenda glamping yang lebih besar yang disiapkan oleh Eiger,” ungkap Sandiaga. Dia juga menjelaskan dalam penempatan lokasi glamping tersebut disesuaikan dengan tren pariwisata di Indonesia pascapandemi Covid-19 terutama wisata berbasis alam.
"Mereka (wisatawan) lebih suka di alam terbuka dan kami melihat kunjungan ke desa wisata mengalami peningkatan 30% dan (persentase peminat) ekowisata juga naik," ungkap Sandiaga.
(sof)