LANGIT7.ID, Jakarta - Sebanyak 63.000 personel TNI bakal diterjunkan sebagai tenaga pelacak Covid-19 di seluruh Indonesia. Hal tersebut diucapkan langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Menurutnya, para anggota TNI bakal tersebar di sejumlah titik membantu tenaga kesehatan khususnya di Puskesmas. Mereka bakal melacak siapa-siapa yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.
Nantinya, kata dia, anggota TNI akan mendatangi dan mewawancarai masyarakat yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19. Setelahnya laporan akan diteruskan ke Puskesmas setempat.
"Termasuk juga membagi masyarakat yang terkena paparan Covid-19 untuk mau melaksanakan isolasi, baik isolasi mandiri, menggunakan shelter di pedesaan, maupun isolasi terpusat," kata Hadi dalam konferensi pers, Senin (26/7/2021).
Selain TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengerahkan tujuh ribu tracer di seluruh wilayah Jawa dan Bali. "Sebanyak 7.000 tracer digital ini adalah salah satu bentuk upaya melipat gandakan kemampuan," ungkapnya.
Selain itu juga, anggota TNI juga akan memberikan sosialisasi terkait pelaksanaan tes dan karantina jika menjadi pasien positif Covid-19. Diketahui, Indonesia mengumumkan 28.228 kasus baru Covid-19 hari ini, sehingga total kasus seluruhnya menjadi 3.194.733.
Angka kasus baru tersebut merupakan yang terendah yang dilaporkan sejak 4 Juli lalu. Meski begitu, jumlah orang yang dites juga menurun, yakni hanya sebanyak 121.266.
Indonesia juga melaporkan 40.374 kasus sembuh, yang merupakan rekor harian tertinggi selama pandemi. Total pasien sembuh menjadi 2.549.692 orang. Sementara itu, sebanyak 1.487 pasien meninggal dalam 24 jam terakhir sehingga total kematian menjadi 84.766 orang. (Sumber:
Anadolu Agency)
(asf)