LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak pelajar muslim di Indonesia yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. Salah satu tantangan kuliah di luar negeri bagi pelajar muslim adalah fasilitas ibadah seperti masjid atau mushala.
Perbedaan waktu shalat di Indonesia dengan sejumlah negara, terutama kawasan eropa terbilang ekstrim. Tak jarang banyak pelajar Indonesia yang baru menginjakkan kaki mengalami culture shock.
Karenanya, agar ibadah tetap terjaga, mahasiswa perlu meriset dari jauh-jauh hari tentang kultur keagamaan di negara tujuan. Ada lima tips yang bisa dilakukan belajar nyaman, ibadah aman saat kuliah di luar negeri.
1. Riset Kultur KampusHal pertama yang perlu dilakukan pelajar Indonesia yang hendak kuliah di luar negeri adalah meriset kultur kehidupan kampus dan masyarakat di lingkungan sekitar universitas. Mahasiswa juga perlu mencari tahu fasilitas ibadah di kampus tujuan.
Baca Juga: Kemendikbud-Ristek Buka Beasiswa Indonesia Maju, Lulusan SMA Bisa Kuliah di Kampus Top DuniaSelain itu, mahasiswa Indonesia yang hendak kuliah di luar negeri bisa mencari tahu jadwal waktu shalat di negara tujuan. Setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda dengan Indonesia soal penggunaan pengeras suara di masjid atau mushala sebagai penanda masuk waktu shalat.
2. Instal Aplikasi Shalat dan Penunjuk KiblatNegara yang mayoritas penduduknya nonmuslim akan jarang terdengar suara adzan. Agar waktu shalat tak terlewatkan, mahasiswa dapat meng-install aplikasi waktu shalat di ponsel.
Cara lain untuk mengetahui waktu shalat adalah melayari situs-situs komunitas Islam. Mereka biasanya menyediakan informasi waktu shalat, misalnya bila berkuliah di Universitas Oxford dapat mengunjungi situs Oxford University Islamic Society.
3. Bawa Peralatan ShalatHal penting yang harus dipersiapkan adalah peralatan shalat. Beda negara, beda pula budayanya. Jangan sampai kerepotan dan mencarinya jika waktu shalat telah tiba. Hal ini juga pastinya akan mendukung kenyamanan saat belajar.
Baca Juga: Ahmad Fuadi, Santri Mendunia yang Sebarkan Inspirasi Lewat Novel Best SellerPeralatan shalat yang harus dibawa misalnya sajadah, mukena, Al-Qur’an, baju muslim, dan sebagainya. Tidak semua universitas terdapat masjid, mahasiswa dapat memanfaatkan prayer room atau ruang lain di kampus yang bisa dipakai shalat.
4. Bergabung dengan KomunitasAgar semakin nyaman berkuliah di luar negeri, mahasiwa dapat bergabung dengan komunitas pelajar muslim di kampus. Di sini kalian bisa mengenal pelajar muslim dari berbagai negara lain.
Kalian juga akan punya kesempatan besar untuk berbagi pengalaman belajar dengan sesama pelajar muslim. Manfaat lainnya adalah mencari trik dan tips tempat-tempat shalat yang nyaman, lokasi kuliner halal, masjid-masjid indah, dan sebagainya.
5. Maksimalkan Penggunaan GadgetDengan adanya ponsel pintar, kini tidak sulit lagi mencari fasilitas ibadah terdekat. Untuk melakukan pencarian lewat internet (Google Maps), anda dapat menggunakan keyword ‘Muslim community centre’, ‘mosque’ atau ‘Islamic centre’.
Dikutip dari berbagai sumber.Baca Juga: Niat Awal Bantu Orang Tua, Kini Sukses Punya Bisnis Fesyen Hingga Penjualan ke Luar Negeri(zhd)