LANGIT7.ID, Karawang - Vaksinasi merupakan ikhtiar dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bila pandemi berakhir, maka seluruh masyarakat akan merasakan manfaatnya.
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum kembali meninjau Sentra Vaksinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar di Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang, Selasa (27/7). Kunjungan ini dilakukan setelah sebelumnya Uu mengunjungi beberapa Pondok Pesantren (Ponpes), salah satunya Miftahul Huda Manonjaya di Tasikmalaya.
"Saya hari ini ditugaskan Pak Gubernur untuk menginspeksi beberapa sentra vaksinasi. Kemarin juga di beberapa Pondok Pesantren (Ponpes). Juga membagikan sembako ke beberapa titik," kata Uu.
Uu menyampaikan, berdasarkan hasil peninjauan di dua sentra vaksinasi tersebut, antusiasme masyarakat mengikuti program vaksinasi terbilang tinggi. Oleh karena itu, ia optimistis kekebalan kelompok (herd immunity) di Jabar akan tercapai pada Desember 2021.
"Hasil penglihatan evaluasi yang saya lihat, secara kasat mata, saya merasa bahagia karena banyak masyarakat yang ingin divaksin," ucapnya.
Ia menyampaikan dan mengapresiasi kegiatan vaksinasi di beberapa daerah selalu membludak. Bahkan di sentra-sentra vaksinasi kebanyakan yang datang milenial yang sadar akan pentingnya vaksin.
"Mudah-mudahan vaksin ini bisa berhasil memutus mata rantai Covid-19. Karena ini merupakan ikhtiar pemerintah, dan ikhtiar kewajiban bagi orang yang beriman," tuturnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menyampaikan rencana akan menjadikan pesantren dan sekolah sebagai sentra vaksinasi pada Agustus 2021. Penambahan sentra vaksinasi itu demi mencapai
herd immunity. Untuk mencapai kekebalan kelompok, 70 persen penduduk Jawa Barat harus sudah divaksin.
“Mulai bulan Agustus sudah kami siapkan sekolah dan pondok pesantren dimanfaatkan sebagai tempat vaksinasi,” kata Ridwan Kamil, dikutip dari laman Pemrov Jabar, Selasa (27/7/2021).
Ridwan Kamil menjelaskan, sekolah dan pondok pesantren efektif mempercepat target vaksinasi di Jawa Barat. Ini dibutuhkan kerja sama semua elemen masyarakat di Jawa Barat untuk membantu percepatan vaksinasi dengan memberikan sosialisasi dan edukasi vaksin yang benar.
“Mari kita bersama-sama perkuat herd immunity. Kalau di pesantren dan sekolahnya ada tempat yang memadai untuk sentra vaksinasi, itu bisa dilakukan dan ujungnya juga kan untuk mengurangi kematian,” ucap dia.
(jqf)