LANGIT7.ID, Pati - Plastik kresek bekas mungkin dianggap sebagian besar orang sebagai barang yang tidak berguna, atau hanya barang sekali pakai. Namun di mata warga Pati Jawa Tengah, Jafar Labib, 41, plastik bekas bisa mendatangkan nilai ekonomis tinggi.
Berkat ide kratifnya tersebut, plastik bekas yang berserakan di jalanan, maupun yang dia pungut di tempat sampah bisa menjadi bahan utama sebuah lukisan dengan warna hitam dan putih. Usaha yang sudah digelutinya sejak 2016 hingga saat ini sudah menghasilkan beberapa karya dan cuan yang tidak sedikit.
Jafar Labib mengaku terinspirasi membuat lukisan berbahan plastik kresek itu karena banyak plastik yang tidak termanfaatkan di sekitar rumahnya. Dari situ, usaha dimulai dengan mengumpulkan plastik yang sudah tidak terpakai dari para tetangganya.
Baca juga: Muslimah Ini Beri Pengobatan Gratis Bagi Warga Tak Mampu“Karena banyak peminatnya, sekarang saya punya pemulung yang menyetor tas kresek bekas. Dulu kan saya tidak punya pekerjaan tetap, peluang ini saya ambil,” kata Jafar Labib, baru-baru ini.
Pembeli lukisan berbahan plastik kresek bekas ini bukan main-main. Berkat promosi melalui offline, maupun lewat media sosial dan juga Lapak Ganjar, pesanan banyak datang dari para pejabat hingga artis di Tanah Air.
Untuk kalangan pejabat di antara Menparekraf Sandiaga Uno, Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jateng Sinoeng N Rahmadi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, beserta istri Siti Atiqoh S.
Sementara di kalangan artis sinetoran sekaligus pembawa acara ada Raffi Ahmad untuk anaknya Rafathar dan sinden asal Pati, Soimah. Selain itu ada pengusaha Putra Siregar, yang tertarik untuk membeli ide kreatif pemuda muslim asal Pati tersebut.
Jafar menjelaskan, untuk lukisan ukuran 40 x 60 cm, ia banderol dengan harga Rp500 ribu, sudah termasuk pemasangan figura dan kaca. Adapun untuk yang ukuran 60 x 80, dijual dengan harga Rp1,5 juta dan ukuran 75 x 100 cm dibanderol mulai Rp2,5 juta-Rp3 juta, tergantung tingkat kerumitan.
“Kami memberlakukan cash on delivery. Jadi barang kami kirim dulu, baru ditransfer uangnya. Jika barang misal kacanya pecah akibat pengiriman, bisa kirim balik dan akan kami kirim yang baru,” ungkapnya.
Baca juga: Investasi dari Budidaya Ikan Hias, Hobi yang Bisa Hasilkan CuanIde kreatif Jafar Labib ini sempat menarik perhatian Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Sampai-sampai, pada tahun 2019 lalu ia diundang ke Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta untuk demo langsung mulai dari awal pembuatan hingga selesai.
Menurut Jafar, lukisan dari tas kresek bekas ini butuh ketelitian khususnya dalam menempelkan plastik. Caranya, kresek terlebih dulu dikepang, baik yang warna putih maupun hitam. Warnya asli tas kresek. Kemudian diberi lem dan ditempelkan ke media lukisan, yang berasal dari foto yang telah dibuat sketsa di komputer. Setelah jadi diberi pengkilap bagian luarnya.
“Sebelumnya dari pemulung kami bersihkan dulu dan dikeringkan, baru dikepang. Untuk ngepang, biasanya saya dibantu anak sekolah di sekitar rumah ketika liburan, dan penempelannya saya yang lakukan sendiri, karena butuh imajinasi juga,” urainya.
Saat ini usaha pembuatan lukisan berbahan plastik kresek ini menjadi mata pencaharian utama bagi Jafar Labib. Mendaur ulang sampah plastik menjadi barang bernilai tinggi tersebut setidaknya mampu mengurangi plastik bekas, karena berdasarkan penelitian butuh ribuan tahun untuk bisa terurai dengan tanah.
“Minimal bisa mengurangi sampah yang ada di sekitar kita,” pungkasnya.
(sof)