LANGIT7.ID - , Jakarta - Dalam beberapa waktu belakangan, hijab menjadi bagian dari seragam kepolisian di berbagai negara. Mengikuti tuntutan banyak negara, Inspektur Jenderal Polisi Nigeria, IGP Usman Alkali Baba, memberikan izin penggunaan hijab bagi polisi wanita.
Aturan berpakaian terbaru tersebut diresmikan saat pertemuan IGP dengan Manajer Strategis Polisi pada 3 Maret 2022.
Pengumuman tersebut pun mendapat apresiasi dari umat Muslim Nigeria, termasuk badan Nasional Federasi Asosiasi Wanita Muslim di Nigeria, FOMWAN. Kebijakan yang dikeluarkan Kepolisian Nigeria ini menggambarkan tindakan yang adil bagi petugas Muslim wanita.
Baca juga: Supermodel Amerika, Bella Hadid Bela Hak Berhijab Muslimah“Ini adalah perkembangan unik dalam sejarah Kepolisian Nigeria. Salut kepada Inspektur Jenderal Polisi, Usman Baba atas persetujuannya,” menurut pernyataan yang dikeluarkan di Amirah Nasional, Hajia Rafi'ah Idowu Sanni, seperti dikutip dari Independent.ng, Selasa (8/3/2022).
“Dengan perkembangan ini, Pasukan Nigeria telah menjadi Badan Keamanan pertama di negara itu yang mengeluarkan kebijakan dengan memberikan izin kepada polisi muslimah untuk mengenakan jilbab dengan seragam mereka.”
“Kami senang IGP mengatakan bahwa aturan berpakaian sejalan dengan praktik terbaik internasional dan juga untuk mengatasi kekhawatiran yang berkembang terhadap pengarusutamaan gender dan penghormatan terhadap budaya dan keragaman,” tambah Hajia Rafi'ah Idowu Sanni.
Sanni menghimbau kepada aparat kepolisian di seluruh wilayah Nigeria untuk mengizinkan penerapan kebijakan baru tersebut tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun.
“Kode berpakaian baru ini akan memungkinkan saudari Muslim untuk memenuhi salah satu perintah Allah yang paling penting yaitu menutup kepala mereka. Ini memungkinkan mereka untuk menyumbangkan kuota dalam pembangunan bangsa. ” tegas Amirah Nasional FOMWAN.
Islam melihat jilbab sebagai kewajiban dalam berpakaian, bukan simbol agama yang menunjukkan afiliasi seseorang. Banyak kisah sukses wanita Muslim yang mencapai kejayaan dan memecahkan rekor namun tetap mempertahankan keyakinan agamanya.
Ada beberapa kasus lain di mana polisi wanita muslimah berhasil mengakses hak berhijabnya.
Pada November 2019, seorang perwira polisi cadangan khusus Muslim Trinidad dianugerahi 185.000 dolar Amerika atau setara Rp2,6 miliar. Pemberian tersebut sebagai kompensasi karena ia menjadi korban atas kebijakan diskriminatif yang melarangnya mengenakan jilbab saat bertugas.
Baca juga: Perjuangan Hak Kenakan Hijab, Pengacara Prancis Maju ke Pengadilan TinggiSebelumnya pada tahun 2016, Polisi Skotlandia menyatakan jilbab sebagai bagian opsional dari seragam untuk mendorong lebih banyak wanita Muslim mempertimbangkan kepolisian sebagai pilihan karir.
Demikian pula di Kanada, pemerintah mengumumkan pada tahun 2016 bahwa Royal Canadian Mounted Police mengizinkan petugasnya mengenakan jilbab sebagai bagian dari seragam mereka, dengan harapan dapat meningkatkan jumlah rekrutmen wanita Muslim.
(est)