LANGIT7.ID - , Jakarta - Demam merupakan kondisi dimana suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 38 derajat celsius. Kondisi tersebut menandakan bahwa tubuh sedang tidak sehat, sehingga untuk mengatasinya minum obat ataupun periksa ke dokter.
Demam sendiri bisa terjadi pada siapapun, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Umumnya gejala demam berasal dari gabungan beberapa penyakit seperti flu, radang tenggorokan, dan lainnya.
Dokter spesialis anak, Prof Hinky Hindra Irawan Satari mengatakan hal pertama yang harus dilakukan adalah minum obat penurun demam yang aman atau dikenal dengan paracetamol.
Baca juga: Jangan Panik, Ini 8 Cara Ampuh dan Cepat Atasi Demam"Tapi ingat obat itu zat kimia yang dirancang di laboratorium. Hasil uji klinik obat-obat tersebut akan memperlihatkan bahwa ia hanya menurunkan satu derajat dan cara kerjanya juga lama. Paracetamol itu empat jam," ujarnya dalam acara bertajuk "Membedakan Infeksi Demam Berdarah dan lain pada Si Kecil," Selasa (8/3/2022).
Artinya, paracetamol membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk menurunkan suhu satu derajat. Penggunaan paracetamol pun jangan terlalu berlebihan karena berbahaya. Menurut Prof Hinky hal tersebut bisa meracuni dan mengganggu fungsi terutama metabolisme.
"Jadi ada indikasinya. Tidak bisa kita bilang satu jam panasnya naik lagi dan kita menambahkan obatnya. Obat itu harus diberikan interval, kita harus memberikan jarak antar obat," ungkapnya.
Oleh karena itu, orang tua harus menunggu hasilnya dalam waktu empat jam setelah diberikan obat. Jika selama durasi tersebut tidak ada perubahan, maka obat bisa diberikan lagi.
"Jangan lupa ada dosis maksimal sehari, terkadang orang itu malas membaca. Padahal ada instruksinya di dalam
browser terkait berapa kali sehari dan lainnya. Untuk paracetamol setiap 4 jam, kalau obat lain-lain akan berbeda aturannya," ujar Prof Hinky.
Baca juga: Positif Covid-19, V BTS Sakit Tenggorokan dan DemamLebih lanjut, Prof Hinky berkata jika anak tidak ada riwayat kejang, dan misal ia hanya tidur maka tidak perlu dibangunkan untuk kasih obat, biarkan ia istirahat. Anak membutuhkan istirahat karena sistem imun itu optimal pada waktu anak tidur.
"Namun, jika anak Anda mengalami gejala seperti panas dengan derajat tinggi, kejang-kejang, penurunan kesadaran, kemudian 12 hari tidak memberikan perbaikan, tidak mau makan dan tidak mau minum, bahkan kerap muntah setiap makan dan minum, diare, tidur terus, kaki tangan dingin dan bibir biru itu merupakan tanda bahaya dan harus segera dibawa ke dokter," pungkasnya.
(est)