LANGIT7.ID - , Jakarta -
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, sebanyak 66 anak di
Gambia, Afrika Selatan meninggal akibat
gagal ginjal usai mengonsumsi
paracetamol buatan India.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan bersama dengan regulator
India terhadap Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi.
Baca juga: Anak Demam Usai Imunisasi Cukup Berikan Paracetamol"Produsen produk ini adalah Maiden Pharmaceuticals Limited (Haryana, India). Sampai saat ini, produsen yang disebutkan belum memberikan jaminan kepada WHO tentang keamanan dan kualitas produk ini," ujar Tedros dalam keterangan tertulis, dikutip Langit7.id, Selasa (11/10/2022).
WHO mengeluarkan peringatan terhadap empat produk, yakni Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup.
Analisis laboratorium WHO mengkonfirmasi adanya jumlah dietilen glikol dan etilen glikol yang “tidak dapat diterima”, dan berpotensi menjadi racun saat dikonsumsi.
Produk yang didistribusikan Maiden Pharma sejauh ini didistribusikan di negara lain, melaui pasar informal dan hanya teridentifikasi di Gambia. Dalam hal ini, WHO mengeluarkan peringatan terhadap Maiden Pharma.
Baca juga: Solusi Demam Anak, Perhatikan Aturan Pakai ParacetamolPetugas medis di Gambia telah membunyikan alarm sejak Agustus karena beberapa anak jatuh sakit akibat gagal ginjal setelah tiga sampai lima hari mengonsumsi sirup paracetamol buatan Maiden Pharma.
Menurut WHO dietilen glikol dan etilen glikol yang berlebihan memiliki efek toksik atau racun jika dikonsumsi. Dampak yang dirasakan berupa sakit perut, muntah, diare, ketidakmampuan buang air kecil, sakit kepala, perubahan kondisi mental, dan cedera ginjal akut hingga menyebabkan kematian.
(est)