LANGIT7.ID, Jakarta - Anak
demam usai imunisasi cukup diberikan obat penurun panas,
paracetamol. Upaya lain untuk tindakan alternatifnya adalah mengompres dengan memakai air biasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni mengatakan, saat ada
gejala demam, berikan anak waktu beristirahat sambil dipantau kondisinya secara berkala.
"Pada keadaan demam, ibu dapat memberikan obat
penurun panas atau melakukan kompres dengan air biasa," kata dr Dini seperti dilansir
Antaranews Rabu (3/8/2022).
Dia menilai kemungkinan terjadi Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) jarang terjadi bagi anak. Karena itu petugas harus mewawancara orangtua sebelum penyuntikan.
Baca Juga: Solusi Demam Anak, Perhatikan Aturan Pakai Paracetamol"Di situlah peran penting tenaga medis saat pelaksanaan imunisasi, dengan mewawancara orangtua mengenai kondisi si anak, apakah sedang sakit atau tidak," ujarnya.
Dia mengimbau bagi seluruh orangtua yang masih memiliki balita dan belum mendapat imunisasi dasar lengkap untuk segera datang ke posyandu atau puskesmas.
Imunisasi terhadap anak untuk mengantisipasi anak terhindari dari penyakit seperti campak, rubella, difteri, polio, tetanus, hepatitis B dan lainnya.
"Dengan pemberian vaksin ini, si anak menjadi lebih terlindungi. Dan jangan lupa untuk mengoptimalkan imunitas balita dengan memberinya asupan nutrisi terbaik di masa pertumbuhannya," katanya.
Ia menambahkan pada keadaan anak alami sakit ringan, imunisasi tetap dapat dilakukan dan penyakit yang diderita diobati. Pemberian imunisasi dalam keadaan sakit ringan tidak akan mempengaruhi pembentukan kekebalan tubuh atau antibodi.
"Namun, bila kondisi anak sakit dan tidak memungkinkan untuk mendapat imunisasi, sebaiknya ditunda sampai pulih," ujarnya.
(bal)