Doa Menyentuh Gus Mus untuk Negeri, Muhasabah Atas Wabah
MuhajirinSelasa, 27 Juli 2021 - 20:00 WIB
KH Ahmad Mustofa Bisri (foto: gusmus.net)
LANGIT7.ID - KH Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus melantunkan doa untuk negeri agar mendapat rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Ulama sekaligus sastrawan ini melantunkan doa yang indah yang bisa menjadi muhasabah atas wabah Covid-19 yang sampai saat ini tak kunjung berakhir.
"Sedianya doa ini akan aku bacakan semalam di acara "Takhtiman Shalawat Nariyah" melalui Zoom bersama TVNU, tapi aku tak berhasil masuk bergabung," kata beliau melalui akun instagram-nya.
Berikut kutipan doa Gus Mus yang menyentuh hati:
Ya Tuhan kami yang Maha Kuasa, Maha Berkuasa dan Maha Perkasa, ampunilah kami, hamba-hamba-Mu yang tak berdaya dan sering lupa, berlagak kuasa dan memamerkan keperkasaan kepada sesama. Kami nyatakan bersalah, kami mengaku lemah. Laa haula wa laa quwwata illaa billah.
Ya ‘Aliyuu Ya Kabiir... Wahai Tuhan yang Maha Luhur dan Maha Besar. Yaa Maalikal Mulk,, Ya Zaljalaali wal Ikram.... Wahai Tuhan yang Menguasai segala, Wahai Tuhan yang memiliki Keagungan dan Kemurahan, Engkau memiliki wewenang atas segala, berhak berbuat apa saja.
Kami tidak berhak dan tidak pantas bertanya mengapa, Engkau renggut ribuan saudara-saudara kami, mereka adalah milikMu, mereka adalah hamba-hambaMu, kami adalah milikMu, semuanya adalah milikMu, kepadaMu-lah kami kembali.
Inna lillahi wa Inna ilaihi raajiun
Kami hanya memohon, ampunilah kami dan saudara-saudara kami. Yaa Ghaffaar Yaa Ghafuur.... Wahai Tuhan yang Maha Pengampun dan Suka Mengampuni, Rahmatilah kami, dan saudara-saudara kami.
Ya Rahman Ya Rahiim... Wahai Tuhan yang Maha Pengasih Maha Penyayang, jadikanlah musibah yang menimpa kami sebagai tebusan dosa-dosa kami, dan jadikanlah kepiluan dan kepedihan kami sebagai lecutan supaya kami benar benar bartaubat dan memperbaiki diri.
Ya Latifu Ya Haliim... Wahai Tuhan yang Maha Lembut dan Maha Pemaaf, Engkau mengetahui kami sangat lemah dan rintih, maka maafkanlah kami bila bersedih dan merintih, bukan karena tidak menerima qadha dan qhadarMu, tapi karena semata-mata menadah rahmatMu.
Ya Qawiyyu ya Matin... Wahai Tuhan yang Maha Kuat dan Maha Agung, wahai sumber segala kekuatan dan ketangguhan, rahmatilah kami dan berikanlah keteguhan dan kekuatan kepada kami.
Ya Tawwabu, Ya Muntaqim.. Wahai Tuhan yang Maha menerima taubat, Wahai Tuhan yang Maha Menghukum, apabila yang melanda kami saat ini adalah cobaan, ampunilah kami. Kami mengaku tak tahan lagi, jadikanlah ini cobaan-Mu yang terakhir bagi bangsa ini, apabila ini merupakan hukuman dari-Mu, ampunilah kami, kami menyatakan taubat.
Laa Ilaha Illa anta, subhanaka inna kunna minadzolimin... Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh kami termasuk orang-orang yang zalim. Ya Allah betapapun besarnya dosa kami, di lautan pengampunanMu yang agung kiranya tak berarti. Hanya kepadaMu-lah kami memohon ampun, hanya Engkau yang mengampuni, apabila Engkau tutup pintu pengampunanMu, ke pintu mana lagi kami akan mengetuk?.
Rabbana dzalamna anfusana wa illam taghfirlana wa tarhamna lanakunna minal khasiriin... Ya Allah Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri, apabila Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami benar-benar tergolong orang-orang yang merugi.
Rabbana aatina min ladunka rahmatan wa hayyi’ Lana min amrina rasyada... Ya Tuhan kami, berikanlah kami rahmat dari sisiMu, dan sempurnakanlah untuk kami kebenaran dalam urusan kami.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.