LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof. Dr. Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan proses pemberian vaksin COVID-19 untuk lansia sama dengan kelompok umur yang lain.
"Kalau kita lihat imunisasi pada lansia dibandingkan dengan kelompok umur yang lain, sebetulnya tidak ada bedanya, hampir sama," ujar Sri dalam acara bertajuk "Mengapa Kelompok Rentan Perlu Segera Vaksin COVID-19?", Kamis (10/3/2022).
Baca juga: Dokter UI: Lansia Tak Perlu Takut VaksinasiNamun memang, tambah Sri, antibodi yang terbentuk itu kemungkinan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok dewasa maupun anak-anak. Meskipun begitu, baik dosis maupun efek samping pascavaksinasi pada lansia secara umum sama seperti pada orang yang berusia lebih muda.
"Kalau secara umum, itu saya kira hampir sama, bagaimana dia harus diberikan dosisnya, kemudian efek samping, itu saya kira hampir sama," ujarnya.
Lebih lanjut, Sri berkata umumnya efek samping atau KIPI pada lansia yakni sakit kepala, lesu, demam ringan, atau mual. Namun, belum tentu efek tersebut berasal dari vaksinasi yang dilakukan. Bisa juga akibat dari penyakit penyerta atau komorbid yang sudah diderita sebelumnya.
Baca juga: 148,98 Juta Penduduk Indonesia Terima Vaksinasi Dosis Lengkap"Pada lansia ini semakin tua banyak sistem-sistem organ yang menurun sehingga banyak komorbid-nya, penyakit penyertanya. Nah, di sini yang kadang-kadang menjadi rancu ya, ini karena memang penyakitnya atau karena vaksinnya," papar Sri.
(est)