Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Tips Sukses Berbisnis dari Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid

mahmuda attar hussein Rabu, 28 Juli 2021 - 11:55 WIB
Tips Sukses Berbisnis dari Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid
ilustrasi cara berdagang yang dicontohkan Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid. Foto: pixabay
LANGIT7.ID, Jakarta - Selain menjadi suri tauladan bagi muslimah di seluruh dunia untuk urusan akhlak dan pengorbanannya di masa awal penyebaran agama Islam, Khadijah juga pebisnis yang memiliki harta kekayaan melimpah.

Sukses dalam berbinis sudah didapatkannya sebelum Muhammad diangkat sebagai Rasul di usia ke-40. Selain merupakan pewaris kekayaan dari keluarga keturunan bangsawan Quraisy, Khadijah piawai dalam mengelola harta dan bisnisnya hingga bisa mendapat gelar saudagar di masa Arab Jahiliyah.

Lantas apa yang dilakukan Khadijah hingga memiliki kekayaan berlimpah dan meraih kesuksesan dalam berbisnis? Berikut tips yang bisa dicontoh dari Khadijah binti Khuwailid dalam meraih kesuksesan:

Sedekah

Hal yang paling penting dari memiliki harta kekayaan yang berlimpah adalah juga menjadi sosok yang bermanfaat bagi banyak orang. Khadijah diketahui sering bersedekah pada masanya, ia sering menolong orang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka, termasuk pemenuhan pakan dan sandang.

Dilansir dream.co.id, Khadijah merupakan wanita dermawan yang suka berbagi sedari kecil. Hingga memiliki kepekaan dan jiwa sosial tinggi. Bahkan harta kekayaan yang dimilikinya ini dihibahkan kepada Rasulullah SAW sepeninggalnya, demi kepentingan ummat Islam.

Islam dalam ajaran agamanya pun menganjurkan setiap ummatnya untuk bersedekah. Dengan keyakinan bahwa melalui sedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan digantikan berlipatganda oleh Allah.

Tentu untuk melakukan hal ini diperlukan keyakinan yang kuat kepada Allah, Rasul dan agama. Sehingga tidak ada ketakutan kehabisan kekayaan untuk memperjuangkannya di jalan Allah.

Manfaatkan Peluang

Dalam bisnis, membaca peluang yang ada di sekitar menjadi penting untuk menjawab segala kebutuhan konsumen. Ini juga yang dilakukan oleh Khadijah sehingga usahanya kian mengalami perkembangan pesat.

Makkah kala itu merupakan lokasi strategis untuk dijadikan tempat perdagangan dan iklim usaha yang kondusif. Memanfaatkan hal ini, barang dagang Khadijah bisa terjual habis dalam kurun waktu singkat.

Para pelaku usaha musti bisa membaca dan memanfaatkan peluang bisnis yang ada di sekitar. Tidak perlu memikirkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan jauh. Tapi dengan mengelola bisnis dan menjawab kebutuhan konsumen terdekat, menjadikan sebuah usaha bisa dikenal dan berkembang pada waktunya.

Ambil Keputusan Tepat

Salah satu keputusan tepat yang diambil Khadijah adalah menjalin kerjasama dengan Nabi Muhammad SAW yang kala itu belum diangkat sebagai Rasul. Menjadikannya sebagai kafilah dagang ke Suriah, barang dagang Khadijah laku keras dan semakin berkembang dalam waktu singkat.

Cermat dalam mengambil keputusan akan menjauhi sebuah usaha dari kegagalan. Keputusan yang gegabah dan tidak dilandaskan dari riset yang cukup hanya akan menyebabkan kerugian besar pada bisnis.

Dalam setiap jenis bentuk usaha, pasang surut dalam dinamika perdagangan akan dialami oleh pelaku bisnis. Di sini mentalitas jiwa pengusaha akan diuji, bagaimana dari pertimbangan matang seseorang bisa menghadirkan solusi brilian untuk keluar dari masalah. Bukan malah menghabiskan waktu dalam keterpurukan yang akan menyebabkan kesulitan perkembangan dalam bisnis.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)