LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, membahas potensi kerja sama dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bersama Menteri Perdagangan dan Industri Kedua Singapura Tan See Leng, dimulai dari tindak lanjut Vaccinated Travel Lane (VTL), Wisata Kebugaran, hingga sebsektor ekonomi kreatif.
Sandiaga menjelaskan, bahwa tindak lanjut penerapan VTL di Batam dan Bintan berlaku di seluruh pelabuhan internasional di Batam dan Bintan. Menurutnya, cukup dengan antigen tidak perlu menggunakan PCR.
“Ada perubahan aturan lainnya, sehingga dapat memudahkan dan membuat para wisman nyaman datang ke Batam dan Bintan, kemudian penambahan kuota bagi VTL itu sendiri,” ujarnya dalam keterangannya dikutip Kamis (17/3/2022).
Baca juga: Kemenparekraf Dorong Event Wisata Olahraga untuk Bangkitkan Sektor PariwisataMenurut Sandiaga, dengan begitu dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kepulauan Riau.
“Terlebih Batam dan Bintan yang menjadi surga bagi para pegolf asal Singapura dengan lapangan berkualitas internasional dan keramahtamahan masyarakat lokal menjadi daya tarik tersendiri,” ungkapnya..
Menurutnya, lapangan golf di Batam dan Bintan sendiri menjdi magnet bagi wisatawan asal Negeri Singa.
“Potensi ini akan meningkat secara signifikan, terutama jika golf dikombinasikan dengan perjalanan ke destinasi wisata,” ujarnya.
Baca juga: Pasar Tradisional Papringan jadi Destinasi Wisata Penggerak EkonomiSandiaga menuturkan, salah satu
low hanging fruit yang dapat dikerjasamakan ke depannya yakni Wisata Minat Khusus Cruise. Menurutnya selain kerja sama di bidang pariwisata, terdapat tiga subsektor yang memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia.
“PDB ekonomi kreatif Indonesia yang dapat dikolaborasikan dengan pihak Singapura. Pertama kuliner sebesar 41,5 persen, kedua fesyen sekitar 17,7 persen, dan kriya sebesar 15 persen,” terangnya.
Oleh karenanya, Sandiaga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menciptakan lokomotif ekonomi kreatif agar mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Ada dua subsektor yang disebutnya sebagai
pandemic winner, yakni aplikasi dan
game developer serta televisi dan radio.
“Di saat seluruh subsektor ekonomi kreatif mengalami pertumbuhan negatif sepanjang 2020, dua subsektor industri ini tetap mengalami pertumbuhan positif. Di mana subsektor industri TV dan radio tumbuh 10,48 persen, sedangkan subsektor aplikasi dan game developer tumbuh 4,47 persen,” jelasnya.
Sandiaga menambahkan, ada sekitar 17 subsektor ekonomi kreatif, di mana aplikasi dan
game developer serta televisi dan radio menjadi
pandemic winner.
Baca juga: Perkedwi Kembangkan Konsep Wisata Kesehatan, Seperti Apa?“Terdapat potensi yang dapat dikerjasamakan pada bidang wisata kebugaran atau
wellness tourism yang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya,” ungkap Sandiaga.
Menurutnya,
wellness tourism menjadi hal yang potensial untuk dikembangkan antara Indonesia-Singapura. Untuk itu, potensi ini perlu ditindaklanjuti terlebih saat ini kami sedang mempersiapkan infrastruktur di 5 destinasi super prioritas, salah satunya pada bidang kesehatan.
“Kami membuka peluang untuk berinvestasi di
medical tourism di 5 DSP. Karena kalau ingin menjadi destinasi wisata kelas dunia harus memiliki salah satunya fasilitas kesehatan kelas dunia,” ujarnya.
(sof)