LANGIT7.ID, - Jakarta - Beberapa hari lalu, media sosial diramaikan dengan aksi kekerasan pada anak yang dilakukan oleh asisten rumah tangga (ART). Penganiayaan tersebut dialami dua anak balita di Komplek Golf Lake Residence, Cengkareng, Jakarta Barat.
Konten kreator, Rahne Putri mengungkapkan kegelisahannya akan kasus tersebut melalui akun Twitter @rahneputri, Jumat (18/3/20222). Rahne menulis tidak ada anak yang pantas menerima perlakukan seperti itu dari siapa pun. Sebab, anak-anak yanng mengalami kekerasan tentu merasakan trauma yang mendalam.
"Hati super
deg karena ga sengaja liat video asisten rumah tangga melakukan kekerasan ke anak dan balita, mereka pasti trauma," cuit Rahne.
Lebih lanjut, wanita yang mengaku sejak 2016 menggunakan jasa ART memberikan tips memilih pengasuh agar anak tetap aman.
Baca juga: 5 Tips Terhindar Jebakan Flexing, Ampuh Hadapi Investasi Bodong"Pertama saya mencari yayasan. Waktu itu berbekal Google saja. Paralel saya bikin list pertanyaan," ujarnya.
Sejumlah pertanyaan yang disiapkan Rahne mulai dari riwayat bekerja hingga alasan berhenti dari pekerjaan. Bila calon pengasuh menjawab dengan menjelek-jelekkan tempat lama, menurut Rahne itu merupakan lampu merah.
Kemudian, tanya kampungnya di mana? Dan biasanya pulang berapa kali dalam setahun? Ini penting untuk tahu, karena biaya transport bisa jadi tanggungan buat
manage ekspektasi ketika ia pulang, Anda ada cadangan infal atau plan lain," tegasnya.
Selanjutnya, Rahne akan memberi pertanyaan ke wilayah personal, seperti jumlah saudara dan tanggungan. Bagi Rahne, hal ini penting karena biasanya jika pengasuh tersebut adalah tulang punggung atau memiliki tanggung jawab besar, kemungkinan kerjanya lebih serius.
"Lalu, tanyakan pekerjaan sebelumnya megang anak laki-laki atau perempuan? Pengaruhnya sih lebih ke kebiasaan saja. Kalau belum pernah megang salah satu jenis kelamin yang sesuai anak jadi perlu waktu untuk belajar. Apalagi kalau megang bayi baru lahir," tuturnya.
"Minta juga ia jelaskan gimana anak momongan yang sebelumnya dia asuh. Perhatikan gerak gerik cara bicaranya. Biasanya pengasuh yang sayang ketika cerita sangat bersemangat atau at least bisa cerita dengan baik. Tanda dia sepenuh hati ngasuhnya," lanjut dia.
Baca juga: Tips Hindari Sikap Materialisme, Kekayaan bukan KesuksesanJangan lupa juga Anda harus bertanya, biasanya ketika anak menangis dan tidak mau makan apa yang ia lakukan?
Sebenarnya, kata Rahne, jawaban yang mereka berikan tentu tidak ada yang salah. Akan tetapi pointnya bukan disitu, melainkan Anda harus memperhatikan bagaimana gerak-gerik mereka ketika sedang menjawab.
Dengan menggunakan pola tersebut, Rahne mengaku selama 6 tahun menggunakan ART ia tidak pernah mendapatkan masalah seperti itu.
"Selama 6 tahun apakah aku pernah dapat yang bakekok? Alhamdulillah
enggak sih, tapi banyak yang keluar karena '
loop system' bisnis yayasan-yayasan atau penyalur ART ini. Habis masa garansi. Mereka
resign," pungkasnya.
Tidak sampai disitu, Rahne juga memberikan cara ketika sudah terlanjur memiliki art, maka Anda bisa melakukan beberapa hal ini, diantaranya:
Minta orang tua untuk memantauKetika Anda adalah wanita pekerja seperti Rahne dan masih memiliki orang tua, Anda bisa minta bantuan orang tua memantau apa yang dilakukan ART di rumah.
"Ya
privilege memang, bagi yang masih ada orang tua untuk bisa dimintain tolong. Jika tidak ada, minta tolong tetangga atau orang terdekat di sekitar rumah untuk "nitip liat". Inilah pentingnya
networking dan baik-baik sama tetangga sekitar," tuturnya.
Baca juga: Tips Tambah Keuntungan Investasi, Tidak Mudah bila Hanya 1 SahamMemasang CCTVMemiliki kamera pengawas yang terkoneksi langsung dengan gadget Anda dapat membuat Anda sedikit lega ketika bekerja. Karena Anda masih bisa tetap memantau apapun kegiatan mereka.
"Kalau punya kamera pengawas infokan ke mbak. Bilang ada kamera, bukan semata-mata takut dia kerja tidak benar,
somehow kita perlu menunjukkan kalau
we trust them. Jadi dia pun merasa dihargai," jelasnya.
Membuat surat perjanjianMembuat surat perjanjian bermaterai, bisa menjadi salah satu solusi agar mereka tetap melakukan tugasnya sesuai dengan jalur yang Anda inginkan. Dalam surat tersebut jangan lupa sertakan sanksi apa saja yang mereka dapatkan jika melanggarnya.
"Lalu, sangat disarankan punya surat perjanjian hitam di atas putih. Baca bersama, sepakati bersama. Hargai hak dan kewajibannya. Kalo cocok sama mbaknya, berusaha kasih insentif-insentif," tutur Rahne.
Naikkan gaji setahun sekaliUsahakan menaikkan gaji mereka setahun sekali, agar mereka juga tetap semangat dalam bekerja.
"Setiap setahun sekali naik gaji, dan catat tanggal lahirnya, berusaha rayain bareng-bareng karena dia sudah jadi bagian dari keluarga," ungkap wanita yang juga bekerja ini.
"Waktu Idul Adha, kalau kami qurban kami memilih untuk qurban di kampung si mba. Jadi melibatkan keluarganya untuk diminta tolong bagi-bagi dan urus. Mereka kemarin sih seneng banget," lanjut dia.
Baca juga: 3 Tips Menambah Budget Investasi Bulanan versi Melvin MumpuniCek perasaan anak Ini merupakan hal penting, Anda bisa memeriksa apakah anak Anda mengalami perubahan buruk dari sisi perilaku atau tidak. Karena itu sangat berpengaruh ketika mereka mendapatkan perlakuan tidak baik oleh ART.
Dan juga ini bertujuan agar, anak Anda merasa bahwa Anda sebagai orang tua masih ada dan tidak meninggalkan mereka.
"Oh iya, yang terpenting juga latih setiap malam untuk bisa check in perasaan anak saat dia sudah bisa komunikasi atau ngomong. Misal 'Hari ini kamu sama mba main apa aja? seru ga? ada nangis gaa?' Harapannya, perhatian kami juga sampe ke mereka," tuturnya.
(est)