LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat Indonesia kerap kali menggaungkan suatu bangunan tua atau gedung terbengkalai sebagai
tempat horor. Namun semua itu dianggap mitos oleh 4 sekawan ini.
Para pemuda yang bermarkas di Bekasi ini membuat channel YouTube bernama Ruang Tamu Malam. Mereka hobi mendatangi tempat-
tempat angker tersebut untuk membantah mitos-
mitos yang beredar.
Perwakilan Ruang Tamu Malam, Rai Mardiansyah mengatakan, ada beberapa tempat yang sudah mereka eksplore, di antaranya Gedung Biru Kalimalang, kompleks mati di belakang Lapas Bekasi dan bangunan terbengkalai Islamic Center Tambun.
Baca Juga: Sejarah Rumah Belanda Jejalen, Tempat Wisata yang Kini Dijual"Kami juga sudah ke Rumah Belanda di Jejalen. Belum lagi kuburan Pereng di Duren Jaya. Semua itu masuk daftar tempat-tempat angker di Bekasi. Tapi alhamdulillah, kami enggak ketemu apa-apa," kata Rai kepada
Langit7, Selasa (22/3/2022).
Menurut dia, masyarakat Indonesia memang suka dengan klenik dan unsur-unsur mistis. Namun bukan berarti bisa dengan mudah membuat label suatu tempat tersebut angker.
Dia mengaku, mulai mengeksplore tempat-tempat angker bersama rekan-rekannya mulai Januari 2022 lalu. Motifnya hanya untuk mematahkan mitos dan mengedukasi warga berpikir lebih rasional.
"Banyak orang jadi penakut karena isu tempat angker ini. Jadi kami datangi, masuk ke sana, explore tengah malam untuk melihat-lihat. Lalu kita memastikan, enggak seangker itu kok. Jadi prinsipnya ingin mengedukasi netizen saja," ujar dia.
Baca Juga: Situs Bersejarah di Bekasi, Begini Kondisi Gedung Juang SekarangExplorer Ruang Tamu Malam, Agung Sumardi menilai, cap suatu tempat angker ini dapat menimbulkan kesyirikan. Masyarakat kota nantinya akan terbiasa melakukan ritual aneh, semisal klakson kendaraan 3 kali ketika melintas atau di desa-desa malah ditemukan sesajen.
"Kalau berpikir logis, malah kami sayang dengan bangunan dan gedung-gedung terbengkalai ini. Coba dimanfaatkan, misal diperbaiki untuk menjadi tempat tinggal layak bagi homeless atau bisa juga buat pusat usaha warga sekitar," ujar dia.
Agung yang akrab dipanggil Lagaligo ini mengapresiasi langkah pemerintah merenovasi Gedung Juang Bekasi. Situs bersejarah peninggalan kolonial Belanda ini sudah menjadi museum sekarang.
"Jadi bisa bermanfaat. Kalau dibiarkan terbengkalai ya nanti kesannya angker, lebih baik dipugar lalu dijadikan sesuatu yang memiliki nilai tambah," katanya.
Menurut dia, selama ekplorasi di tempat-tempat angker tersebut, tak pernah ada gangguan berarti. Bila sekadar suara-suara atau timpukan, kata dia, hal wajar. Sebab umat Islam wajib meyakini jin sebagai makhluk ciptaan Allah yang tak kasat mata.
"Tapi bukan berarti harus tunduk sama mereka, apalagi kita takut dan malah membesarkan eksistensinya. Berlindung saja lah kepada Allah," ujarnya.
(bal)