LANGIT7.ID, Jakarta - Terdapat salah satu
situs bersejarah di Bekasi yakni Gedung Juang yang berlokasi di wilayah Tambun. Sekarang tempat ini difungsikan sebagai museum.
Melansir dari berbagai sumber, Gedung Juang Tambun dibangun dengan dua tahap oleh seorang bangsawan dan tuan tanah. Mereka ialah Khouw Tjeng Kee dan Luitenant der Chinezen.
Pembangunan gedung ini dimulai pada 1906 dan selesai 1910. Kemudian dilakukan pembangunan tahap kedua pada 1924. Gedung ini terlihat jelas di Jalan Hasanuddin Tambun.
Baca Juga: Terowongan Philip, Sejarah dan Mitos Warga BatulawangDulunya gedung ini juga menjadi tempat perundingan, pertukaran tawanan antara Belanda dengan para pejuang kemerdekaan Indonesia. Saat itu ada akses dari Batavia, Jakarta saat ini, ke Bekasi melalui jalur kereta di Tambun.
Pada 1943 tentara Jepang mengambil alih gedung ini dan dijadikannya sebagai salah satu pusat kekuatan dalam menjajah Indonesia. Namun di akhir masa penjajahan, terdapat peristiwa kelam di sekitaran museum tersebut.
Tentara Jepang yang hendak meninggalkan wilayah Bekasi menuju Bandara Kalijati Subang dibantai oleh para pejuang kemerdekaan. Mayat para pasukan tersebut dibuang ke Kali Bekasi.
Setelah Kemerdekaan Indonesia, Gedung Juang ditempati oleh TNI AD Batalyon Kian Santang pada 1951. Kemudian para anggota dewan pernah berkantor di sini hingga tahun 1960.
Kemudian pada 1962, Gedung Juang ditempatkan sebagai lokasi tahanan politik para anggota dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun 10 tahun kemudian, gedung ini dioptimalkan sebagai kampus bernama Akademi Pembangunan Desa (APD), kini menadi Universitas Islam 45 Bekasi.
Pada tahun 1999, gedung ini pernah menjadi kantor sekretariat Pemilu dan Dinas Kebersihan serta Pertamanan, serta Kantor Pemadam Kebakaran. Saat ini gedung ini dijadikan Museum Bekasi, dengan renovasi yang selesai dilakukan pada 2020.
(bal)