LANGIT7.ID, Jakarta - Rumah ibadah sejatinya dibangun dekat dengan permukiman penduduk agar mudah dicapai untuk bermunajat kepada Sang Khalik. Namun, di beberapa belahan dunia justru berbanding terbalik, ditemukan masjid-masjid yang berdiri di garis kontur ekstrem.
Pembangunan masjid di wilayah-wilayah ekstrem tersebut dapat dikatakan sebagai bentuk ketakwaan terhadap Allah SWT. Tidak ada alasan bagi umat Islam tak menunaikan salat berjamaah karena kesulitan menemukan masjid. Sebagai contoh, Masjid Kirklar di Turki berdiri tegak di ketinggian 3.200 meter di atas permukaan laut (MDPL).Lainnya, berada dan teranam dalam perut bumi pada kedalaman 1.760 meter.
Masjid Kirklar, TurkiMasjid Kirklar berada di ketinggian 3.200 meter di atas permukaan laut (MDPL). Masjid tersebut terletak di bagian utara Turki, tepatnya di antara wilayah Bayburt dan Trabzon. Alhasil, Masjid Kirklar pun menjadi yang tertinggi di dunia.
![Masjid Ekstrem di Dunia, dari Ketinggian 3.200 Mdpl hingga Tertanam di Perut Bumi]()
Masjid Kirklar lebih kurang mampu menampung 20-30 jemaah. Tentunya sebuah keistimewaan dapat menunaikan salat fardhu lima waktu di masjid tersebut. Pasalnya, sisi kanan, kiri, dan depan Masjid Kirklar adalah jurang yang menggambarkan betapa kecilnya manusia dibanding ciptaan Allah lainnya.
Selain dapat menunaikan kewajiban dan menghidupkan sunah, jemaah dapat menikmati pemandangan Laut Hitam dari Masjid Kirklar. Atas hal itu pula, masjid tersebut hampir setiap hari didatangi pengunjung yang kebanyakan para pecinta alam.
Penyematan sebagai masjid tertinggi di dunia kepada Masjid Kirklar tidak semata-mata karena letaknya, melainkan Rumah Allah yang satu ini kerap didatangi para bangsawan dengan tujuan menyelesaikan masalah sosial. Masjid yang belum diketahui usianya tersebut, juga digunakan juga sebagai tempat pertemuan tokoh-tokoh bangsawan Turki terdahulu.
Masjid Jami Baabul Munawwar, IndonesiaJika Masjid Kirklar menjadi yang tertinggi di dunia, maka masjid yang satu ini justru didirikan di dalam perut bumi. Masjid Baabul Munawwar dibangun pada kedalaman 1.760 meter di bawah permukaan bumi. Masjid tersebut berdiri untuk memfasilitasi umat Islam yang bekerja di pertambangan PT Freeport Indonesia, Papua.
![Masjid Ekstrem di Dunia, dari Ketinggian 3.200 Mdpl hingga Tertanam di Perut Bumi]()
Mesjid Baabul Munawwar diresmikan Juni 2016 dan mampu menampung 250-300 jemaah. Masjid yang diresmikan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Fransen G Siahaan dibangun bersebelahan dengan Gereja Oikumene Soteria. Keberadaan dua rumah ibadah tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia sangat toleransi antarumat beragama.
Masjid tersebut dibangun agar para pekerja muslim PT Freeport Indonesia dapat melaksanakan salat lima waktu. Arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung Andrew Parhusip bersama lulusan Universitas Bina Nusantara Alexander Mone merupakan sosok dibalik berdirinya Masjid Baabul Munawwar yang berada di dalam perut bumi. Dalam Masjid Baabul Munawwar dilengkapi teknologi sirkulasi udara untuk menyedot pertikel polutan ke luar bangunan.
(asf)