LANGIT7.ID, Jakarta - Mitos
angka 13 kembali muncul setelah insiden yang dialami pembalap
MotoGP Alex Rins dan Marc Marquez belum lama ini di Sirkuit Mandalika Lombok.
Kedua pembalap itu dikatakan bernasib apes saat melintasi tikungan ke-13. Motor Alex Rins terbakar dan Marc Marquez terjatuh di lokasi yang sama.
Faktanya, motor Alex Rins mengalami kebocoran oli, sementara ban motor Marc Marquez dinilai tak kuat menahan aspal panas di lintasan tersebut. Namun angka 13 terlanjur menjadi momok, sehingga dua kecelakaan itu dikaitkan dengan
mitos sial.
Baca Juga: Keutamaan Hari Jumat, Lebih Agung dari Lebaran Idul FitriMelansir dari sejumlah sumber, angka 13 disebut mengandung sial karena penelitian ilmuwan yang meyakini bahwa 12 merupakan angka sempurna dan setelah itu berarti keburukan, yakni 13.
Semua hal itu ternyata dipopulerkan oleh kalangan non-muslim. Berikut sejarah tentang mitos angka 13 yang dianggap sial.
1. Dari Bangsa Sumeria KunoBangsa Sumeria Kuno mengembangkan sistem bilangan 12 angka. Pemikiran ini diadopsi adanya 12 bulan dalam satu tahun, waktu hanya sampai jam 12 (siang atau malam), dan 12 zodiak.
2. Murid Yesus ke-13Dalam Al-Kitab Yesus (dalam Islam Nabi Isa AS) disebut memiliki 12 orang murid. Lalu muncul lah seorang murid ke-13 yang malah menjadi pengkhianat, yakni Judas Iskariot.
3. Apollo 13 dan Tangal 13Takhayul ini semakin berkembang setelah Apollo 13 mengalami ledakan tanki oksigen pada 13 September 1970. Belum lagi sejumlah keterkaitan tanggal 13 menjadi peristiwa mengerikan dalam sejarah di sejumlah negara.
4. Hari JumatHari Jumat yang menjadi hari paling istimewa bagi umat Islam pun disebut sebagai hari sial, apalagi saat bersamaan dengan tanggal 13. Peristiwa ini bermula karena adanya virus yang menginfeksi komputer IBM pada 13 Januari 1989, bertepatan di hari Jumat. Lalu muncul lah istilah Friday the 13th.
Benarkah demikian?
Melihat dari sudut padang Islam, angka 13 dan hari Jumat sama-sama memiliki keistimewaan luar biasa. Sebab rukun Islam ada 5, rukun Iman ada 6 dan rukun Ihsan ada 2. Bila dijumlah akan muncul angka 13 dalam ketiga rukun tersebut.
Hari Jumat merupakan penghulunya hari-hari dalam bilangan waktu. Rasulullah pun menyebut bahwa sebaik-baiknya hari yakni Hari Jumat, sehingga umat Islam harus bergembira di waktu tersebut.
"Penghulunya hari-hari yakni hari Jumat, dan hari Jumat juga merupakan hari yang paling agung di sisi Allah. Dan lebih Agung di sisi Allah dari pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha." (HR Ahmad dan Ibnu Majah).
Dalam hadits tersebut, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menguraikan beberapa peristiwa mulia yang terjadi pada hari Jumat. Allah menciptakan Adam alaihissalam pada hari Jumat.
Kemudian, pada hari itu pula Allah menurunkan Adam ke bumi untuk menunaikan perannya sebagai khalifah fil ardh. Pada hari yang mulia ini pula Nabi Adam wafat.
"Pada hari Jumat juga terdapat waktu yang tidak ada seorang hamba pun apabila meminta kepada Allah kecuali Allah akan memberikan kepadanya (mengabulkan doanya-red), selama ia tidak meminta sesuatu yang haram," kata Rasulullah.
Masih dalam hadits tersebut, Rasulullah menambahkan bahwa peristiwa besar kiamat terjadi pada hari Jumat. Tak seorang pu dari para malaikat, langit, bumi, angin, gunung, dan lautan kecuali memuliakan hari Jumat.
(bal)