LANGIT7.ID, Jakarta - Kelompok Houthi di Yaman menyerang fasilitas minyak Arab Saudi menggunakan rudal dan drone pada Jumat (25/3/2022) waktu setempat. Serangan yang memicu ledakan hebat disertai bola api dan asap hitam itu menargetkan fasilitas minyak Aramco di Kota Jeddah.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari serangan tersebut. Serangan itu berlangsung menjelang gelaran Grand Prix F1 yang berlangsung di Jeddah pada Ahad (27/3/2022) besok.
Baca juga: Banyak Penghafal Al-Quran Bukti Gagalnya Islamofobia“Beberapa menit yang lalu, Houthi menyerang Jeddah dan menghantam fasilitas perminyakan Aramco di Jeddah, Arab Saudi barat, ledakan keras terdengar dan kebakaran terjadi,” tulis akun
Twitter WorldNews IL, Sabtu (25/3/2022).
Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengatakan, Houthi memang menyerang fasilitas Saudi Aramco dengan rudal dan kilang minyak Ras Tanura dan Rabigh dengan dengan drone. Serangan itu juga menargetkan fasilitas vital di ibu kota Saudi, Riyadh.
“Serangan itu menargetkan fasilitas Aramco di Jeddah dan fasilitas vital di ibu kota musuh Saudi, Riyadh. Fasilitas raksasa minyak Aramco juga diserang di Jizan, Najran, Ras Tanura, dan Rabigh dengan sejumlah besar dronem,” tulis Sarea di
Twitter, dikutip
Al-Jazeera, hari ini.
Baca juga: Aqsa Working Group: Kemerdekaan Merupakan Hak Segala BangsaPasukan koalisi yang dipimpin Saudi menyatakan api berhasil dipadamkan. Sementara itu, Kementerian Energi Saudi, dikutip kantor berita SPA, mengutuk keras serangan sabotase dan menegaskan pihaknya tidak bertanggung jawab atas gangguan pasokan minyak global akibat serangan itu.
Serangan terbaru itu akan berdampak pada kapasitas produksi minyak Saudi serta kemampuannya dalam memenuhi kewajiban ke pasar global. Selain itu, kementerian menyalahkan Iran karena terus mempersenjatai Houthi dengan rudal balistik dan drone canggih.
(jqf)