LANGIT7.ID, Jakarta - Rasulullah SAW menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh suka-cita. Bahkan, beliau sudah memperbanyak ibadah sunnah saat memasuki Sya’ban, sebagai persiapan menyambut ramadhan.
Beliau juga mengucapkan rasa syukur setiap kali dipertemukan kembali dengan Ramadhan, dengan berdoa kepada Allah Ta’ala. Sebab, Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan dan ampunan dari-Nya.
Baca juga: 3 Kurikulum Ramadhan Rasulullah agar Jadi Orang BertakwaDoa nabi Muhammad ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi.
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ
“Ya Allah, terbitnya hilal ini kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan dan keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.”
Dalam riwayat lain, doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ هِلَالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ
“Ya Allah, jadikanlah terbitnya hilal ini kepada kami membawa keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, wahai bulan petunjuk dan kebaikan.” (HR Imam Ahmad dan At-Tirmidzi)
Riwayat lain dari sahabat Abdullah bin Umar berkata, Rasulullah SAW Jika melihat hilal, dia mengucapkan doa:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
“Allahu Akbar, Ya Allah terbitnya al-Hilal kami dengan membawa keamanan dan iman, dan keselamatan dan Islam, dan Taufik kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau Ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR Ahmad, Ad-Darimi).
Baca juga: Ramadhan, Bulan Puncak Pendidikan bagi Umat Islam SeduniaDai kondang Ustadz Adi Hidayah (UAH) menjelaskan, doa itu diucapkan untuk memantapkan niat hanya kepada Allah Ta’ala. Tak terkecuali pada bulan Ramadhan, Banyak orang berpuasa dengan niat selain Allah.
“Niatkan kuat dari awal bahwa segala kebaikan Ramadhan hanya untuk Allah Ta’ala. Karena ada orang yang beribadah saat ramadhan niatnya macam-macam,” ucap UAH melalui kanal
YouTube-nya, dikutip Senin (28/3/2022).
Niat bisa berubah kapan saja. Misal seseorang berniat hanya untuk mencari ridha Allah, namun di pertengahan jalan terbesit niat untuk dilihat dan dipuji orang lain. Maka itu, perlu pertolongan-Nya agar hati selalu terpaut kepada-Nya dan diselimuti dengan keikhlasan.
(jqf)