LANGIT7.ID - , Jakarta - Sejak pandemi Covid 19 masuk ke Indonesia, pola hidup masyarakat berubah 180 derajat di mana dulunya bisa dengan mudah bertatap muka, ketika pandemi semua serba dibatasi. Kondisi ini akhirnya sangat berdampak di semua sektor, termasuk sektor bisnis.
Perubahan yang begitu cepat dialami oleh pasar membuat para pelaku bisnis harus memutar otak agar bisnisnya tetap bisa bertahan di masa pandemi ini.
Pemilik Mie Ayam Gerobak dan Mie Ayam Goceng, Wahyu Indra mengatakan di masa pandemi pasar berubah begitu cepat, jika dahulu perubahannya bisa tahunan, saat ini mungkin bisa bulanan.
Baca juga: Begini Upaya Penguatan Ekosistem Syariah Lewat UMKMAkan tetapi, menurut dia, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak maju. Wahyu pribadi menganggap pandemi ini sebagai musibah sekaligus berkah.
"Berkahnya itu karena kita harus berpikir dua atau tiga kali lebih banyak. Jadi kita harus peka, berkah, dan kolaborasi. Tanpa ketiga hal ini saya mungkin tidak ada di sini artinya saya mungkin akan melihat pandemi itu sebagai musibah," ujarnya dalam salah satu webinar yang diadakan Bogasari.
Wahyu menambahkan, peka terhadap keadaan itu berarti tidak hanya usaha saja melainkan juga melakukan hal yang dapat membantu masyarakat.
"Peka terhadap keadaan, karena jika saya hanya usaha saja, bisnis saya mungkin tidak bertahan hingga sekarang. Saya bikin usaha Mie Ayam Goceng itu untuk pemberdayaan. Kemudian juga membuat pelatihan-pelatihan membuat mie ayam di tingkat RW hingga kecamatan," kata Wahyu seperti dikutip Langit7, Senin (28/3/2022).
"Saya ingin membantu mereka memikirkan usaha apa yang harus dilakukan, apalagi pada saat pandemi ini hampir semua orang merasa bingung. Nah, kita hadir di sana untuk membantu mereka," lanjut dia.
Baca juga: Presiden Yakin UMKM Bangkit, Pemerintah Alokasikan Rp400 TriliunKemudian, kolaborasi. Ketika pola konsumen berubah dan ekonomi masyarakat juga berubah salah satu solusi agar tetap bertahan yaitu berkolaborasi. Berkolaborasi ini banyak manfaatnya, Anda bisa mendapatkan harga murah yang dimana Anda bisa manfaatkan untuk pemberdayaan untuk orang banyak.
Makanya, ujar Wahyu, kehadiran Mie Ayam Goceng itu adalah kelanjutan dari program satu RW dan satu usaha, cuma balik jadi gotong royong dan cengli. Gotong royong itu berarti bersama-sama, dan cengli itu berarti jujur dan adil.
Lantas, apa yang harus dilakukan agar UMKM dapat mengatasi tantangan yang ada? Wahyu mengatakan jika ingin bertahan, maka prinsip menyerang terlebih dahulu itu patut dipegang.
"Prinsip saya bahwa bertahan yang baik itu adalah menyerang. Jadi selain berkolaborasi dengan suatu perusahaan, kita juga harus berkolaborasi dengan perorangan. Lalu bisa juga lembaga zakat yang sekiranya memiliki jaringan, jadi pointnya ke jaringan, selain media sosial yang kita coba bangun," ungkapnya Wahyu.
Kemudian Wahyu mengaku, selain memiliki prinsip bertahan adalah menyerang, ia juga merupakan orang yang agresif dalam hal terus bekerja sama.
Baca juga: Produk UMKM Mampu Penuhi Kebutuhan Pasar Dalam Negeri"Contoh di Depok kita bekerja sama dengan zakat sukses, di mana mereka memiliki relawan yang menginformasikan tentang usaha kami. Hal ini sangat membantu apalagi di masa pandemi ini. Ketika kita bekerja sama dengan lembaga yang memiliki jaringan, maka jaringan mereka akan ikut membantu," pungkasnya.
(est)