LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM),
Teten Masduki, memastikan produk UMKM lokal sudah mampu memenuhi sejumlah kebutuhan dalam negeri.
Ada beberapa produk di antaranya alat kesehatan, alat pertanian dan teknologi pengelolaan makanan yang sudah bisa diproduksi oleh anak bangsa.
Namun Teten menilai, pengembangan ekosistem supply chain
produk UMKM harus dilakukan. Tujuannya untuk mengurangi kebutuhan dan ketergantungan akan produk impor.
Baca Juga: Optimistis, Alokasi Pengadaan Pemerintah dari UMKM di Atas 40 Persen"Ini dari sisi suplainya kita akan bereskan ekosistemnya, sehingga kita berani untuk tidak lagi impor dan kita bisa memproduksi kebutuhan dalam negeri. Khususnya dari produk-produk UMKM," kata Menkop UKM Teten, Kamis (24/3/2022).
Dia pun memastikan bahwa kualitas produk lokal yang diproduksi oleh UMKM tidak kalah dengan produk impor. Saat ini yang mereka butuhkan yakni kebijakan pemerintah.
Tapi masalah lainnya, kata dia, development produk UMKM. Rata-rata terkendala pada pembiayaan untuk melakukan riset. "Sekarang ini kita sudah coba kembangkan model bisnis dengan sektor swasta dan kampus," ujarnya.
Teten menjelaskan model bisnis tersebut juga banyak dilakukan oleh pihak swasta, seperti pembagian kerja untuk development produk, desain hingga marketing. Sedangkan untuk produksinya, dilakukan oleh UMKM.
"Ini konsep kemitraan. Rantai pasok seperti ini justru akan memperkuat struktur produksi kita, dimana yang besar bermitra dengan yang kecil. Bukan lagi yang kecil bertarung dengan yang besar," ujarnya.
Kemitraan UMKM dengan perusahaan-perusahaan besar merupakan suatu hal yang penting dan signifikan untuk mendorong UMKM berdaya saing dan naik kelas.
"Kemitraan UMKM dan usaha besar akan mempercepat transformasi UMKM naik kelas karena membuka peluang lebih besar masuk ke dalam rantai pasok industri, pasar ekspor, hingga global value chain," kata Teten.
(bal)