LANGIT7.ID - , Jakarta - Staf khusus Menteri Bidang Ekonomi Kerakyatan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Mengah, M. Riza Adha Damanik mengatakan kolaborasi menjadi kunci penyelamat di tengah situasi yang tidak menentu seperti saat ini. Riza mencontohkan seperti usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang cepat beradaptasi meski di masa krisis. Sehingga bisa menjadi kekuatan ekonomi nasional di Indonesia.
"Dan kita tahu bersama bahwa kolaborasi itu menjadi kunci di tengah situasi yang tidak menentu. Kami senang sekali direktur Bogasari melakukan banyak hal dalam rangka memperkuat pelaku-pelaku UMKM kita di tengah pandemi," ujar Riza di acara daring yang diadakan Bogasari, dikutip Senin (28/3/2022).
Baca juga: Digitalisasi jadi Solusi Bagi Pelaku UMKM dan Koperasi di Masa Pandemi Covid-19Mengetahui dampak dari pandemi bagi UMKM penting untuk diketahui sejak awal, lanjut Riza, akan tetapi pemerintah belum menemukan rumusnya karena hal ini benar-benar baru bagi semuanya.
"Tentu sebagai sebuah peristiwa yang baru, kita ingin mendalami dan kami melakukan survei lebih kurang 200 ribu pelaku UMKM. Disana kita menemukan ada empat tantangan, yakni hambatannya terkait dengan pemasaran, distribusi, permodalan, dan yang terakhir bahan baku," katanya.
Riza melanjutkan, melihat dari keempat masalah tersebut setidaknya ada tiga masalah yang bisa dijawab dengan digitalisasi.
"Digitalisasi itu sangat relevan untuk menjawab situasi dimana antara konsumen dengan penjual itu tidak bisa terhubung. Antara penyedia bahan dengan produsen itu tidak bisa terhubung karena adanya pandemi Covid yang membuat pembatasan-pembatasan dan lain sebagainya," jelas Riza.
Maka itu, digitalisasi dalam konteks mengatasi masalah distribusi, pemasaran termasuk juga terkait dengan kebutuhan bahan baku, bisa dijadikan solusi.
Baca juga: Dukung UMKM Pedesaan, Wapres Luncurkan Aplikasi Lapak Abah-Ojek Desa"Dan jika dilihat portofolio kita, digitalisasi UMKM selama pandemi, sebelum pandemi itu sekitar 9 juta UMKM kita yang masuk dengan ekosistem digital. Sekarang angkanya sudah 17,2 juta lebih. Jadi ada peningkatan lebih dari 100 persen pelaku UMKM kita yang sudah masuk ke ekosistem digital dalam kurun waktu 2 tahun pandemi Covid 19 ini," ungkapnya.
"Ini adalah bentuk dimana pelaku UMKM kita bertransformasi, tidak hanya sekedar berhenti dengan apa yang ada tapi juga melihat peluang-peluang apa, lalu membangun satu inisiatif-inisiatif untuk bertransformasi dan bisa menang di tengah pandemi," pungkas Riza.
(est)