LANGIT7.ID, Jakarta - Kejadian aktor
Will Smith menampar wajah komedian Chris Rock di panggung Oscar 2022 menjadi pelajaran penting bagi umat Islam, khususnya dalam bercanda.
Chris Rock menjadikan Jada Pinkett (istri Will Smith) sebagai bahan bercandaan karena kepalanya yang botak akibat mengidap Alopecia.
Tidak terima dengan candaan itu, Will Smith langsung naik ke atas panggung dan menggampar wajah Chris Rock di tengah acara yang digelar di Dolby Theatre, Los Angeles Ahad, 27 Maret 2022 waktu setempat.
Baca Juga: Adab Bercanda dalam Islam, Rehat Sejenak tanpa Mengurangi AkhlakUntuk itu, sudah seharusnya sebagai muslim yang taat mengetahui etika
bercanda yang diatur dalam Islam. Berikut adab bercanda yang diperbolehkan Islam:
1. Tidak bercerita dustaAbu Hurairah menceritakan, bahwa para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Rasulullah menjawab dengan sabdanya: "Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. At-Tirmidzi).
"Kandungan hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW juga bercanda dengan para sahabatnya dan hanya bergurau dengan mengucapkan kebenaran," ujar Ustadz Khalid Basalamah, dikutip dari kanal YouTubenya, Rabu (30/3/2022).
Bahkan, lanjut Khalid, Islam secara tegas juga mengancam orang yang bergurau dengan cara berdusta. Seperti sabda Rasulullah: “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)
2. BatasanNabi Muhammad SAW mendapatkan penjagaan dari tergelincirnya perkataan dan perbuatan. Artinya, Rasulullah bercanda tetap dengan batasan yang diperbolehkan.
"Bercanda ini dilakukan Nabi dalam pujian dan pada hal mubah," katanya.
Rasulullah bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud).
3. Tidak terbahak-bahakDari Aisyah istri Nabi SAW bersabda: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum”. (HR. Bukhari dan Muslim).
"Walaupun bercanda, Rasulullah tidak pernah ucapkan kecuali kebenaran dan tidak pernah terbahak-bahak berlebihan," jelas Khalid.
Sebab, tertawa berlebihan hingga terbahak-bahak, akan membuat hati dan lisan seseorang lalai untuk berzikir.
Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati” (HR. At-Tirmidzi).
4. Agama bukan bahan candaanAgama tidak boleh menjadi bahan candaan oleh umat. Sebab, dikhawatirkan akan mendekatkan diri pada kekufuran.
Seperti dijelaskan dalam QS. at-Taubah ayat 65-66 yang artinya “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?".
"Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu kafir sesudah beriman. jika kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.”
(bal)