Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Etika Bercanda dalam Islam, Salah Satunya Tidak Mencemooh

esti setiyowati Selasa, 03 Desember 2024 - 17:41 WIB
Etika Bercanda dalam Islam, Salah Satunya Tidak Mencemooh
Ilustrasi bercanda. Foto: Pexels/PNW Production.
LANGIT7.ID-, - Bercanda adalah salah satu bentuk bersosialisasi dengan orang lain. Umumnya bersenda gurau digunakan untuk mencairkan suasana dan mendekatkan hubungan.

Islam tidak melarang seseorang untuk bersenda gurau. Namun, sebagai agama yang mengedepankan adab dalam semua hal ada batasan-batasan yang harus diperhatikan saat bercanda untuk meminimalisir perselisihan.

Dalam sebuah riwayat, ada sahabat, Nu'aiman, yang selalu membuat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tertawa. Nu'aiman dikenal sebagai sahabat yang usil namun kehadirannya membuat hati semua orang senang.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Bercanda, Kekerasan dan Bullying di Lingkungan Sekolah

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, "Wahai Rasulullah! Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?"

Rasulullah menjawab, "Benar. Hanya saja, saya selalu berkata benar." (HR Ahmad).

Ada beberapa tuntutan bercanda dalam Islam, yaitu:

1. Tidak berlebihan

Senda gurau yang berlebihan akan menjatuhkan kehormatan dalam pandangan manusia. Kehormatan dan harga diri manusia dalam Islam sama dengan kehormatan darah dan hartanya.

"Setiap muslim dengan muslim lain diharamkan darah, harta, dan harga dirinya" (HR Muslim).

2. Tidak mencaci atau mencemooh

Allah Ta'ala berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ۝

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim. (QS. Al-Hujurat: 11).

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Bercandanya Suami Istri Ternyata Bernilai Ibadah

3. Tidak menjadikan candaan sebagai kebiasaan

Kesungguhan dan keseriusan adalah karakter pribadi muslim, sedang kelakar hanya sekadar jeda, rehat dari kepenatan.

4. Bukan omongan dusta

Isi guyonan bukan hal yang bohong dan tidak dibuat-buat. Celakalah orang yang berbicara lalu mengarang cerita dusta agar orang lain tertawa, celakalah!" (HR Abu Dawud).

5. Tidak menjadikan aspek agama sebagai bahan candaan.

Allah Ta'ala berfirman,

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ

Artinya: Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlah, Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kami minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. (QS at-Taubah: 65).

لَا تَعْتَذِرُوا۟ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَٰنِكُمْ ۚ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةًۢ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ مُجْرِمِينَ

Artinya: Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa." (QS at-Taubah: 65-66).

Baca juga: Hindari Bohong Meski Bercanda, Bisa Tergolong Munafik Tulen

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)