LANGIT7.ID, Makassar - Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Makassar dtahbiskan sebagai Ponpes unggulan dan terbaik dalam program Pemberdayaan Ekonomi Syariah pada Festival Ekonomi Syariah (FEsyar) Kawasan TImur Indonesia (KTI) 2021. Penghargan itu diberikan oleh Bank Indonesia sebagai penyelengara program.
Ada tiga Ponpes yang ditetapkan sebagai Ponpes terbaik ntuk program usaha syariahnya, selain Ponpes Albayan Hidayatullah Makassar, yakni Ponpes Trubus Iman Kalimantan Timur dan Ponpes Yaptofa Lombok NTB.
Penetapan Ponpes Hidayatullah Makassar sebagai ponpes unggulan tersebut, diumumkan di sela webinar ekonomi syariah oleh BI Perwakilan NTB sebagai rangkaian kegiatan FESyar KTI 2021, Rabu (28/7/2021).
"Alhamdulillah, ini suatu kebanggaan bagi kami sebab Hidayatullah, bisa terpilih dan ditetapkan sebagai ponpes unggulan untuk program ekonomi dan usaha syariah," ujar ustaz Suwito, Ketua Badan Pengurus Yayasan Albayan Hidayatullah Makassar.
Predikat ponpes unggulan tersebut ditetapkan setelah melewati beberapa rangkaian penjurian. Poin penilaian dititikberatkan pada kegiatan usaha, rencana pengembangan ekonomi dan kemandirian pesantren.
Ponpes Albayan Hidayatullah Makassar berhasil menyita perhatian para dewan juri dan BI melalui pola dan rencana usaha yang dikembangkan seperti usaha Albayan Konveksi (konveksi pakaian), Albayan Agro (persawahan 6 hektar), Albayan Mart (grosir dan mini market), Albayan Water (air kemasan dan isi ulang), Albayan Ternak (ayam potong) hingga Resto Cepat Saji Om Chick.
Atas pencapaian sebagai ponpes unggulan terbaik itu, tiga ponpes tersebut mendapatkan modal pembinaan usaha Rp 75 juta hingga Rp 125 juta dari Bank Indonesia.
"Tiga ponpes unggulan tersebut kita akan jadikan model pemberdayaan ekonomi syariah ponpes maupun non ponpes, yakni mengembangkan ekonomi syariah melalui pengembangan UMKM. Dengan membangun sinergitas stakelholder," jelas Kepala BI Perwakilan NTB, mewakili pihak BI, Heru Saptaji.
Kedepan guna pengembangan UMKM di ponpes, BI juga akan memfasilitasi UMKM syariah kemudahan mengantongi sertifikasi halal hingga berbagai program skale up bisnis yang akan diberikan.
Berdasar data Kementrian Agama, ada 2.198 ponpes tersebar di 18 provinsi KTI, urainya. "Kita harapkan ponpes unggulan yang terpilih menjadi role model bagi pengembangan UMKM di pesantren lainnya," ucapnya.
(arp)