LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (
Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan pembahasan mengenai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) pariwisata RI – Timor Leste dalam pertemuannya bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Okto Dorinus Manik.
MoU tersebut akan ditindaklanjuti segera sebagai bagian dari rangkaian 20 tahun hubungan bilateral Indonesia dengan Timor Leste.
“Kerja sama dalam bentuk MoU Pariwisata ini akan mencakup joint promotion, pengembangan destinasi wisata, hingga peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM,” ujar Sandiaga dalam keterangan persnya dikutip Selasa (5/4/2022).
Baca juga: Kemenparekraf Minta PHRI Tidak Naikkan Tarif Berlebihan Sandiaga mengatakan selain MoU pihak Timor Leste berharap Indonesia dapat mempertimbangkan visa kunjungan di saat kedatangan (VoA) khususnya ke Bali dan Nusa Tenggara Timur untuk para wisatawan Timor Leste.
“Saya sangat paham betul, Bali menjadi lokasi yang strategis bagi wisatawan Timor Leste untuk transit ataupun berkegiatan lainnya. Dan untuk visa kunjungan Bali dan NTT mohon bersurat nanti kita angkat di rakor (rapat koordinasi) mingguan untuk kita tindak lanjuti,” kata Sandiaga.
Selain itu, pada penyelenggaraan di berbagai kegiatan atau event juga akan disinergikan seperti Festival Perbatasan, sehingga dapat mendongkrak kebangkitan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas bagi kedua negara.
“Dukungan di sekitar border, kalau ada Festival Perbatasan kan menarik, sehingga tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, juga produk ekonomi kreatif kita,” ujar Sandiaga.
Dia juga akan berkoordinasi dengan pihak-phak terkait untuk menghadirkan direct flight dari Timor Leste ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti Bali, Surabaya, Jakarta, dan Medan.
Baca juga: Transformasi Digital Menjadi Kunci Ketahanan Pelaku Usaha di Indonesia“Untuk direct flight saya akan koordinasikan juga, kalau memang ada pasarnya dan dapat mendatangkan wisatawan ke Bali dan destinasi lainnya,” ungkap Sandiaga. Menurutnya, wisatawan mancanegara asal Timor Leste cukup potensial kontribusinya terhadap peningkatan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.
“Jika dilihat dari spending wisatawan Timor Leste memang tidak berdampak secara signifikan, hanya sekitar US$187,71 per-kunjungan atau USD31,34 per-hari,” ungkapnya.
Kendati demikian, pada tahun 2020 jumlah wisatawan Timor Leste yang datang ke Indonesia cukup banyak kurang lebih mencapai satu juta lebih.
“Kita harapkan hubungan bilateral kita semakin baik antara Indonesia dengan Timor Leste, dan juga kita harapkan spending dari teman-teman (wisatawan Timor Leste) rendah tapi secara quantity wisman banyak, kalau bisa meningkat dari 31 dolar perhari dengan produk-produk ekonomi kreatif, maka akan semakin memperkuat ekonomi kita terutama di NTT,” harapnya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Demokratik Timor Leste, Okto Dorinus Manik, menyambut baik dukungan Menparekraf Sandiaga dalam memberikan bantuan terkait visa on arrival, dan bentuk kerja sama lainnya.
“Saya ucapkan terima kasih karena berkesempatan untuk bertemu dengan Menparekraf ditengah kesibukan beliau. Memang kerinduan kami masuk dalam salah satu daftar VOA, karena memang Timor Leste salah satu wisman terbesar meskipun spendingnya tidak terlalu tinggi,” kata Okto dikutip Selasa (5/4/2022).
Okto berharap MoU Pariwisata juga bisa segera diselesaikan, karena pihak Timor Leste sudah lebih dahulu menyetujuinya.
“Dan untuk MoU pihak kami sudah agree, hanya tinggal menunggu keputusan dari Indonesia," katanya.
(sof)