Bulan Puasa Kontrol Emosi, Ini 5 Anjuran Rasulullah Kendalikan Marah
Fifiyanti AbdurahmanJum'at, 08 April 2022 - 11:16 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pada bulan Ramadhan, umat Muslim akan menjalankan ibadah puasa. Ketika berpuasa, mereka tidak hanya diperintahkan untuk menahan nafsu makan dan minum, tetapi juga harus bisa mengendalikan emosi agar tidak membatalkan puasa.
Mengutip dari laman Universitas Pakuan, Jumat (8/4/2022) dikatakan salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia adalah marah. Cara ini memudahkan setan mengendalikan manusia.
Karena dengan marah, orang bisa dengan mudah mencaci maki, mengucapkan kalimat buruk, bercerai, bahkan saling membunuh. Marah adalah luapan emosi yang sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) memberi perhatian besar terhadap masalah ini hingga beliau bersabda dalam satu hadis, "La taghdob walakal Jannah (janganlah marah maka bagimu surga)."
Ada berbagai cara untuk mengendalikan amarah. Sebagai umat Muslim, anjuran Nabi Muhammad SAW menjadi rujukan. Berikut cara yang diajarkan Rasulullah dalam mengontrol emosi.
1. Membaca kalimat Ta'awudz
Rasulullah mengajarkan ketika Anda sedang marah maka bacalah ta'awudz.
Dari sahabat Sulaiman bin Surd, beliau menceritakan, "Suatu hari saya duduk bersama Rasulullah SAW. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak. Kemudian Rasulullah bersabda, Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta'awudz: A-'uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
2. Berusaha diam dan jaga lisan
Diam merupakan salah satu perbuatan mulia yang mana dapat digunakan untuk mengantisipasi munculnya luapan amarah.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda: "Jika kalian marah, diamlah." (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).
Tidak hanya itu, Rasulullah juga mengingatkan, "Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat, yang dia tidak terlalu memikirkan dampaknya, namun menggelincirkannya ke neraka yang dalamnya sejauh timur dan barat." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
3. Mengambil posisi lebih rendah
Orang biasanya marah karena ingin memiliki posisi yang lebih tinggi. Semakin dituruti, maka ia akan semakin ingin lebih tinggi. Dengan posisi ini, ia bisa melampiaskan amarahnya sepuasnya.
Rasulullah bersabda, "Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur." (HR. Ahmad, Abu Daud dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).
4. Ingat hadits ini ketika marah
Dari Muadz bin Anas Al-Juhani, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki." (HR. Abu Daud, Turmudzi).
Seperti dikatakan, marah itu datangnya dari setan dan setan diciptakan dari api. Maka orang yang marah dianjurkan berwudhu atau mandi untuk memadamkan amarahnya.
Dari Urwah As-Sa'di, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu." (HR. Ahmad dan Abu Daud).
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”