Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Sejarah Pembagian 30 Juz Al-Quran

Muhajirin Jum'at, 08 April 2022 - 14:52 WIB
Sejarah Pembagian 30 Juz Al-Quran
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Dahulu para sahabat Nabi Muhammad SAW membagi isi Al-Qur’an ke dalam 7 bagian, bukan 30 juz seperti sekarang ini. Pembagian isi Qur'an itu dimulai dari Surah Al-Baqarah terus ke belakang yakni, 3 surah, 5 surah, 7 surah, 9 surah, 11 surah, 13 surah, kemudian mufashshal.

Pembagian di atas terjadi dikarenakan para sahabat terbiasa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu pekan. Mereka membaca satu bagian dalam satu hari. Lalu, siapa yang pertama kali membagi Al-Qur’an menjadi 30 juz?

Syekh Ali Jum'ah, ulama besar asal Mesir mengatakan, Al-Qur’an memiliki ayat, kalimat, huruf. Orang-orang Islam menghitung itu semua, menghitung ayat, kalimat dan huruf Al-Qur’an.

Lalu, Al-Qur’an dibagi menjadi 30 juz dengan pertimbangan jumlah huruf. Tiap juz hampir sama dengan juz setelah dan sebelumnya, sebab kadang hitungan berhenti di tengah ayat, sehingga dimulai dari awal ayat untuk juz setelahnya.

Baca juga: Tafsir Al-Baqarah Ayat 177: Kebajikan Bukan Menghadap Barat dan Timur, tapi...

“Tiap juz diketahui ukurannya. Maka ketika Al-Qur’an dicetak yang dimulai dari orang-orang Turki dalam tulisan yang Indah, khat Arab yang disebut dengan ‘Darkanar’ yang artinya ‘dalam lingkaran’,” kata Syekh Ali Jumah melalui kanal Sanad Media, Jumat (8/4/202).

Dalam Darkanar, 1 juz dijadikan 20 Halaman. Setiap halaman 15 baris. Di setiap halaman diawali dengan ayat dan diakhiri dengan ayat yang utuh. Kemudian, juz dibagi menjadi dua (setengah juz atau hizb), lalu dibagi menjadi empat yang disebut rubu.

“Maka dalam satu juz terdapat delapan bagian, 8X30=240 rubu di dalam Al-Qur’an,” ucap Syekh Ali Aljumah.

Sebagian ahli sejarah berpendapat, pembagian 30 juz Al-Qur’an dimulai pada masa Hajjaj bin Yusuf (w. 95 H). Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) menyebutkan, pembagian Al-Qur’an menjadi 28, 30, 60 bagian itu terkenal sejak masa Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi (w. 95 H).

“Telah diketahui bahwa pembagian Al-Qur’an dengan huruf dibagi menjadi duapuluh delapan, tiga puluh, dan enam puluh yang terdapat pada permulaan setiap juz dan hizb disela-sela surat dan disela-sela kisah dan semisal itu. Hal itu terjadi pada masa Hajaj dan setelahnya. Diriwayatkan bahwa Hajjaj yang memerintahkan hal itu. Di Iraq hal itu telah dikenal, sementara penduduk Madinah tidak mengenalnya.”

Meski demikian, itu bukan berarti Hajjaj bin Yusuf sendiri yang membaginya menjadi 28, 30, 60 bagian.

Hajjaj bin Yusuf memang pernah membagi Al-Qur’an menjadi beberapa bagian berdasarkan jumlah hurufnya. Tapi tak sampai membagi menjadi 30 bagian.

Ibnu Abi Daud (w. 316 H) menyebutkan sebuah kisah, Hajjaj bin Yusuf bertanya kepada para qurra’ dan hafidz Al-Qur’an di masanya.

“Jika Al-Qur’an dibagi 2 bagian berdasarkan bilangan hurufnya, batasnya sampai mana?” tanyanya. Para qurra’ menjawab, “Sampai kata (وليتلطف)."

Maka hari ini beberapa mushaf masih mewarnai kata itu dengan tinta yang berbeda dengan lainnya, biasanya dengan tinta merah. Hajjaj bin Yusuf bertanya lagi, jika dibagi menjadi 1/3, 1/4, 1/5, 1/6, dan 1/7.

Baca juga: Murajaah dalam Shalat Tahajud, Hafalan Akan Lebih Kuat

Para qurra’ pun menjawabnya dengan detail pembagian Al-Qur’an dalam 3, 4, 5, 6, 7 bagian sesuai dengan jumlah huruf. Itu agar memudahkan orang yang ingin mengkhatamkan Al-Qur’an tiap 2 hari sekali, 3 hari sekali sampai 7 hari sekali.

Hajjaj bin Yusuf hanya bertanya sampai 7 bagian, tidak sampai 30 bagian. Hajjaj bin Yusuf (w. 95 H) sendiri terkenal mengkhatamkan Al-Qur’an sehari sekali.

Meski tak jelas sejarah siapa yang pertama kali membagi Al-Qur’an menjadi 30 juz, namun sangat terkenal sampai hari ini. Menurut Ibrahim bin Ismail al-Abyari (w. 1414 H), hal itu karena pembagian 30 juz cocok dengan pembagian hari dalam sebulan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)