LANGIT7.ID, Semarang - Ada sejumlah
masjid yang berdiri di atas reruntuhan candi. Bukan tanpa alasan, rumah ibadah tersebut dibangun karena ada percampuran budaya ketika Islam masuk ke tanah Jawa.
Strategi dakwah Islam para
ulama saat itu mengakulturasi budaya lokal masyarakat Jawa. Ketika itu warga masih memeluk agama Hindu dan Budha, yang mana tempat sembahyangnya di berbentuk candi-candi.
Kerajaan Islam di nusantara juga berkontribusi besar terhadap penambahan jumlah warga bersyahadat. Selain melalui kebijakan, raja-raja berperan mengislamkan masyarakat Jawa dengan membangun masjid, termasuk yang berdiri di atas candi.
Berikut 3 masjid yang berdiri di atas reruntuhan candi setelah Islam masuk di Jawa:
1. Masjid Mantingan, JeparaMasjid ini dibangun pada abad ke-16 era Kerajaan Kalinyamat, tepatnya 1481 Saka atau 1559 Masehi. Kompleks masjid seluas tujuh hektare. Terdapat bangunan shalat, kompleks makam kerajaan, serta museum.
Pada areal pemakaman ditemukan jejak-jejak artefak yang berasal dari masa Hindu yaitu batu-batu candi dan jaldawara, pancuran air pada candi atau situs petirtaan. Saat pemugaran pada 1978–1981, arkeolog menemukan empat potongan panel relief yang mengisahkan lakon Ramayana.
2. Langgar Bubrah, KudusArsitekur Langgar Bubrah mirip dengan menara Masjid Kudus. Lokasinya pun hanya berjarak 300 meter dari menara di Desa Demangan. Usianya diperkirakan lebih tua dari Masjid Kudus.
Langgar Bubrah merupakan gambran akulturasi Hindu-Buddha-Islam. Menurut tutur cerita, langgar ini dahulunya candi persembhayangan. Relief dewa, lingga, altar dan lumpang batu ditemukan pada area langgar yang kini jadi tempat wisata.
3. Masjid Sendang Duwur, LamonganMasjid tertua di Lamongan yang dibangun pada abad ke-16. Masjid yang didirikan Sunan Sendang Duwur menyimpan arca-arca peninggalan Hindu ketika dilakukan penggalian pada 1938.
Salah satunya adalah arca Siwa yang dikenali dengan ukiran aksamala (tasbih-red) dan camara. Keberadaan arca Siwa mengindikasikan bahwa Masjid Sendang Duwur pada masa lalu adalah Candi Hindu.
Kompleks Sendang Duwur terdiri atas tiga halaman bertingkat, dengan bangunan masjid terdapat pada tingkat tertinggi. Makam-makam kuno terdapat pada halaman-halaman bertingkat tersebut. Setiap halaman dibatasi dengan candi bentar dan kori agung.
(bal)