LANGIT7.ID, Jakarta - CEO sekaligus CFP Finansialku, Melvin Mumpuni mengatakan, seseorang bisa dikatakan
financial freedom atau bebas keuangan bukan dilihat berdasarkan pemasukan.
"Indikator bebas keuangan yakni bisa memenuhi kebutuhan setiap bulan atau tahun, tanpa harus kerja. Istilahnya, penghasilan investasi atau bisnis bisa memenuhi kebutuhan dalam satu tahun," katanya dikanal YouTube Finansialku, dikutip Senin (11/4/2022).
Artinya, passive income di sini lebih besar dibandingkan penghasilan per bulan dari gaji. Setidaknya, ada 4 hal yang bisa membuat seseorang bebas secara keuangan.
Baca Juga: Perencana Keuangan: Ubah Cara Pikir Keliru Kelola THR1. Tambah PenghasilanJika penghasilan seseorang hanya sebatas UMR, maka diperlukan upaya ekstra untuk bisa menambah penghasilan.
"Kalau kerja di perusahaan, maka fokuslah pada hal yang bisa membawa kita untuk mendapatkan bonus. Misalnya, kejar target atau bahkan lampaui target," ujarnya.
2. Dana daruratMenyiapkan dana darurat juga penting dilakukan untuk mencapai financial freedom. Sesuai namanya, dana darurat ini nantinya digunakan untuk suatu keadaan darurat.
Keadaan ini yang tentunya tidak pernah diduga sebelumnya, bahkan mungkin membutuhkan biaya yang besar. Untuk itu, menyiapkan dana darurat juga penting untuk dilakukan.
3. PrioritasMemprioritaskan di sini berbeda dengan menyisakan ataupun menyisihkan. Artinya, income yang didapat harus langsung digunakan untuk kebutuhan investasi atau bisnis.
"Prioritas ini harus langsung ditetapkan diawal, berapa pun besarannya. Asalkan sudah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang tepat," katanya.
4. Jaga egoKetika belum mencapai pada tahap bebas keuangan, seseorang dianjurkan untuk tidak hidup terlampau mewah, yang akhirnya hanya akan menjadi boros.
Menurutnya, hal yang menyulitkan untuk mencapai bebas keuangan bukan biaya hidup, melainkan biaya gaya hidup.
"Jadi, kamu harus stay humble. Apalagi orang kelas menengah itu membeli gaya hidup dengan income atau gaji kerja. Sementara orang kaya, beli gaya hidup dengan asetnya," ujarnya.
Melvin menjelaskan, untuk bisa mendukung gaya hidup, maka harus bijak dalam mengelola income. Artinya, income itu harus digunakan untuk aset, sehingga hasilnya nanti bisa digunakan untuk gaya hidup.
(bal)