LANGIT7.ID - , Jakarta - Timun suri menjadi salah satu buah yang gampang ditemui saat Ramadhan. Di bulan puasa seperti saat ini, pasokan timun suri dengan permintaan berbanding lurus, sama-sama tinggi.
Melihat prospek positif dari timun suri ini, sejumlah petani di daerah Silirejo, Kecamatan Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah beralih menanam buah musiman ini.
Baca juga: Berkah Ramadhan, Festival Makanan Halal Akan Digelar KanadaTimun suri atau barte, sebutan masyarakat setempat, sejak ditanam tiga bulan menjelang Ramadhan, setidaknya ada 70-300 timun suri dipanen setiap harinya. Lahan yang dipakai petani setempat untuk bertanam timun suri seluas 400 meter persegi.
Adapun satu timun suri matang dihargai Rp10.000 atau dari bobot beratnya. Salah satu petani setempat, Tasrib mengaku lebih dari sepekan memanen barte dengan jumlah 5.000 lebih.
Menurut Tasrib permintaan timun suri sangat tinggi di saat Ramadhan. Ia pun mengaku, lahannya mulai ditanam timun suri menjelang bulan puasa. Sebelumnya, lahan tersebut digunakan untuk menanam padi.
"Hasilnya ya lumayan," kata Tasrib seperti dikutip dari Antara, Senin (11/4/2022).
Salah satu pembeli, Wiwik mengaku selalu membeli timun suri sebagai makanan wajib di bulan Ramadhan.
Baca juga: Berkah, Omzet Warjok Naik Dua Kali Lipat Usai Dibantu KemenagSetahun sekali petani di Silirejo mengganti tanaman lahannya dengan timun suri. Selain harganya yang tergolong tinggi saat Ramadhan, timun suri juga langsung dapat dipanen sepanjang hari hingga 3 bulan semenjak ditanam.
Timun suri masih satu keluarga dengan labu-labuan. Memiliki cita rasa yang segar dan dagingnya yang sedikit manis dan banyak mengandung air. Timun suri juga kaya kandungan vitamin A, vitamin C, dan mineral.
(est)