LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang muslim dianjurkan untuk menyegerakan shalat fardhu di awal waktu, termasuk Shalat Ashar. Mereka yang lalai mengerjakan ibadah tersebut jelang Maghrib, tidak akan mendapatkan keutamaan shalat, malah sampai dicap sebagai munafik.
Kecaman serius ini disampaikan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: "Itulah shalat orang munafik. Ia duduk menanti matahari di antara dua tanduk setan (jelang Maghrib) lalu ia berdiri dan melaksanakan shalat empat rakaat dengan cepat. Tidaklah ia mengingat Allah kecuali sedikit." (HR. Muslim)
Waktu Shalat Ashar hari ini sekitar 15.20-an, untuk wilayah Jabodetabek. Ummat Islam harus segera menyiapkan diri berangkat ke masjid. Sebab salah satu keutamaan shalat saat dikerjakan berjamaah.
Jam-jam Shalat Ashar memang waktu di mana sebagian orang sedang sibuk-sibuknya mengakhiri pekerjaan atau perniagaan. Beberapa di antaranya dalam perjalanan pulang ke rumah. Ketika terdengar panggilan adzan, tidak sedikit yang menjawab "nanti saja di rumah".
Padahal siapa yang menjamin kita masih mendapatkan kesempatan hidup hingga tiba di rumah dan mengerjakan Shalat Ashar. Karena itulah sebagai ummat Rasulullah, kita harus mengikuti sunnah dan tuntutannya, salah satunya shalat di awal waktu.
Namun untuk suatu kondisi, shalat bisa diakhirkan. Ada empat udzur seseorang boleh Shalat Ashar jelang Maghrib. Di antaranya karena orang yang lupa, tidur, jamak atau dipaksa. Meski begitu, tetap dianjurkan untuk mengqadha shalat.
Sebab Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah telah memaafkan dari umatku atas kesalahan yang tidak disengaja, karena lupa dan karena dipaksa melakukannya." (HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
(bal)