Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Busana Muslim Simpel Masih Tren di Masa Pandemi

arif purniawan Rabu, 20 April 2022 - 10:08 WIB
Busana Muslim Simpel Masih Tren di Masa Pandemi
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID)
LANGIT7.ID, Semarang - Desainer fashion asal Semarang Ina Priyono menyebut banyak terjadi perubahan untuk pemakaian baju muslim, sejak era pandemi hingga saat ini. Ada satu hal yang mencolok, apa yang menjadi permintaan pasar.

“Saat ini, para desainer maupun orang penyuka mode, suka baju yang simpel. Kita membuat simpel, satu warna, atas bawah sama, satu set. Saat ini garis-garis tetap laku. Dirata-rata orang belanja, ada suatu perubahan,” kata Ina Priyono dalam diskusi “Semarang Kota Modest Fashion“ di Instagram @unik_oke dikutip Langit7, Rabu (20/4/2022).

Ina menegaskan, meski tren ini cenderung terus mengalami perubahan, tapi yang terpenting baju muslim harus tetap mengedepankan kenyamanan bagi pemakainya.

“Tapi saya sangat setuju. Memang yang paling utama, membuat baju yang nyaman di pakai dalam segala suasana, apalagi Semarang panas,” ucapnya.

Baca juga: Tetap Sopan dan Modis, 6 Jenis Manset Ini Cocok Untuk Wanita Berhijab

Dikatakan, dukungan Pemkot Semarang pada dunia fashion selama ini sudah maksimal, karena Semarang sudah ditetapkan, menjadi kota fashion pada 2019. Itu menjadi usaha luar biasa untuk mengangkat potensi yang bisa digali dari para desainer di Kota Lumpia.

“Kami selalu diopyak-opyak, berapa penjahitnya?, bagaimana membuat uKM bisa naik kelas?. Dekranasda banyak mendukung kami, pelatihan desain dan menjahit. Ada juga fashion show dan fashion on the street. Itu yang membangkitkan Kota Semarang,” bebernya.

Hanya saja memang sejak pandemi Covid-19 event-event tersebut berhenti. Padahal acara itu sangat dinanti. Karena Semarang tidak ada event, selama pandemi lalu biasanya para perancang busana ikut event di Yogyakarta.

“Bulan Juli, nanti kemudian November ada event show, ada lombanya, ada workshop-nya,” ucapnya.

Pemerhati busana Lisa Fitria menyebut, perubahan di Kota Semarang terkait dengan perkembangan fashion cukup signifikan.

Dulu sekitar 10-15 tahun lalu, orang Semarang paling tidak fashionable. Dulu bisnis fashion susah. Karakter orang Semarang loyal karena sudah ada Matahari dan Ramayana, yang akan tetap eksis.

“Tipikal seperti itu gaya klasik elegan, tidak berani yang aneh-aneh. Tetapi sejak booming fashion week-fashion week di daerah, diikuti banyak kegiatan di Semarangg yang di-support, komunitasnya terbentuk. Desainer memberi kreatifitasnya luar biasa, tidak kalah dengan Jakarta. Saya sangat saulut dengan desainer,” kata Lisa.

Baca juga: Amy Atmanto: Akhir Tahun Jadi Awal Pergerakan Positif Industri Fesyen Tanah Air

Menurutnya, masyarakat Semarang sekarang lebih fashionable. Ada Citraland, Java Mall, disitu mempengaruhi untuk bergaya. Semarang berdandan cantik. Misal kota lama dibuat seperti Harajuku Jepang. Harus ada banyak pancinganya, karena pengen gaya fashionable, tapi masih malu-malu.

“Jadi kota kreatif khusus fashion, ada fashion distrik. Sudah ada galeri di Kota Lama, multifashion tidak apa-apa. Yang high lights spesialisasi muslim distric memang belum ada,” ujarnya.

”Benar-benar ditunjuk kota fashion (agar) terasa, ada event yang konsisten. Misal ladies market, konsiten mengadakan mini bazar yang diadakan sebulan atau dua bulan sekali di minggu terakhir. Tapi konsisten, tempat bisa pindah-pindah, misal di mall paragon,” ujarnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)