LANGIT7.ID - , Jakarta - Ramadhan 1443 H telah memasuki pekan ketiga. Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari kemenangan, Idul Fitri.
Apakah Idul Fitri itu?
Melansir dari Aljazeera, Selasa (19/4/2022) dikatakan Idul Fitri berarti "festival berbuka puasa" dan menandai akhir bulan puasa Ramadhan.
Secara tradisional, Idul Fitri dirayakan selama tiga hari sebagai hari libur resmi di semua negara mayoritas Muslim. Namun, jumlah hari liburan bervariasi di setiap negara.
Baca juga: Bolehkah Ramadhan Ikut NU tetapi Idul Fitri Ikut Muhammadiyah?Bagaimana penentuan awal Idul Fitri?
Seperti Ramadhan, Idul Fitri dimulai dengan penampakan hilal yang pertama, sehingga biasanya umat Islam harus menunggu hingga malam sebelum Idul Fitri untuk memastikan tanggalnya.
Jika hilal tidak terlihat, bulan berlangsung selama 30 hari. Karena ini adalah peristiwa lunar, tanggal Idul Fitri berubah setiap tahun pada kalender Gregorian dan bervariasi dari satu negara ke negara lain tergantung pada lokasi geografis.
Untuk mendeklarasikan awal Idul Fitri, negara-negara mayoritas Muslim bergantung pada kesaksian para pengamat hilal setempat. Pengadilan Tinggi Yudisial kemudian memutuskan apakah Idul Fitri telah tiba.
Ketika penampakan telah diverifikasi, Idul Fitri diumumkan di televisi, stasiun radio dan di masjid.
Kemudian, Muslim di seluruh dunia memulai perayaan Idul Fitri dengan ikut serta dalam shalat subuh berjamaan, diikuti dengan khotbah singkat. Sementara di beberapa negara shalat dilakukan di masjid atau aula besar, di banyak negara juga diadakan di tempat terbuka.
Orang-orang saling memberi selamat saat mereka pulang setelah shalat Idul Fitri. Mereka menghabiskan hari mengunjungi kerabat dan tetangga dan menerima permen saat mereka berpindah dari rumah ke rumah.
Anak-anak, mengenakan pakaian baru, ditawari hadiah dan uang untuk merayakan peristiwa yang menggembirakan itu.
Sebelumnya, umat Islam diwajibkan untuk membayar zakat yang diperuntukkan bagi fakir miskin. Menunaikan zakat merupakan rukun Islam keempat.
Dalam suasana Idul Fitri, sudah menjadi hal biasa bagi ibu kota negara-negara mayoritas Muslim untuk menghiasi jalan-jalan mereka dengan lampu-lampu kemeriahan dan mengadakan karnaval untuk memperingati akhir bulan suci.
Setiap negara memiliki makanan penutup dan manisan tradisional yang disiapkan sebelum Idul Fitri atau pada pagi hari di hari pertama. Makanan ini berkisar dari biskuit khusus dan roti hingga kue dan puding.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Cuti Bersama Idul Fitri 29 April, 4-6 Mei 2022Pada hari pertama Idul Fitri, puasa sunnah tidak diperbolehkan karena umat Islam didorong untuk berpesta, merayakan selesainya satu bulan ibadah dan berpuasa Ramadhan.
Di beberapa negara, keluarga mengunjungi pemakaman untuk mengirimkan doa dan penghormatan kepada anggota keluarga yang telah meninggal.
Apa ucapan Idul Fitri yang umum?
Ucapan yang paling populer adalah Selamat Idul Fitri. Kebanyakan ucapan ini tergantung dari negara dan bahasa yang digunakan.
Misalnya, di Indonesia, Idul Fitri disebut Lebaran, jadi orang Indonesia akan mengatakan, “Selamat Lebaran”, yang berarti Selamat Idul Fitri.
Berbeda dengan ucapan Selamat Idul Fitri bahasa Turki yaitu "Mutlu Bayramlar" dan "Barka da Sallah" dalam bahasa Hausa, bahasa Nigeria.
Apa tradisi lain yang terkait dengan Idul Fitri?
Setiap negara memiliki tradisi atau kebiasaan yang terkait dengan Idul Fitri. Umumnya umat Islam mempersiapkan sholat Idul Fitri dengan mandi, mempersiapkan diri dan berpakaian baru.
Pakaian adalah penanda penting Idul Fitri. Apakah orang memilih untuk memakai pakaian tradisional atau modern, semuanya harus ditata dengan baik.
Umat Islam juga dianjurkan untuk makan sesuatu yang manis, biasanya kurma, sebelum menuju salat Idul Fitri.
Dalam perjalanan mereka menuju shalat, yang umumnya diadakan di tempat terbuka, umat Islam membaca takbir, memuji Tuhan dengan mengucap “Allahu Akbar”.
Baca juga: Jelang Idul Fitri, Berikut Ide Hampers untuk Orang Terkasih(est)