LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah memperkirakan sekitar 85,5 juta masyarakat Indonesia akan melaksanakan
mudik Lebaran 2022. Menurut survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), 47 persen diantaranya akan menggunakan jalur darat, baik kendaraan pribadi maupun bus.
Pemudik 2022 dari Jabodetabek diperkirakan mencapai 14,3 juta orang atau naik 45 persen dari 2019 sebelum pandemi. Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan (
Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan antar wilayah pada puncak arus mudik Lebaran.
Baca Juga: Hindari Kemacetan, Ini Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2022"Hindari berangkat pada 28-29 April 2022 yang diprediksi menjadi puncak mudik. Lakukanlah perjalanan lebih awal sekitar 25-27 April 2022 agar pergerakan lebih tersebar dan mengurangi kepadatan di satu hari tertentu," kata Budi dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (20/4/2022).
Kemenhub memprediksi daerah tujuan mudik terbanyak adalah
Jawa Tengah mencapai 26,8 persen pemudik. Data tersebut disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Barat.
Baca Juga: Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Mudik Lebih Awal, Ini AlasannyaSelain itu, Kemenhub memproyeksikan sejumlah titik rawan kemacetan di masa Angkutan Lebaran 2022 khususnya wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sejumlah titik jalan yang berpotensi mengalami kemacetan akibat perbaikan ditargetkan rampung pada H-10 sebelum Lebaran siap digunakan para pemudik.
Guna mencegah kemacetan saat arus mudik maupun arus balik Lebaran ldulfitri 2022, Korlantas Polri juga melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas. Mulai dari penerapan skema contra flow, satu arah dan ganjil genap (gage).
Baca Juga:
PUPR: Tidak Ada Skema Contraflow di Pantura Saat Mudik Lebaran
Buat Pemudik, Berikut Rute Pengalihan One Way yang Akan Berlaku(asf)