Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Mudik Lebih Awal, Ini Alasannya
Jaja SuhanaSelasa, 19 April 2022 - 19:05 WIB
Ilustrasi seorang porter yang membawakan barang penumpang kereta di Stasiun Gambir. (Foto: Langit7/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk menghindari puncak arus mudik lebaran 2022 yang diprediksi tanggal 28, 29 dan 30 April 2022. Hal tersebut sebagai upaya menghindari kemacetan karena banyaknya warga yang hendak mudik.
"Untuk itu saya mengajak masyarakat untuk mudik lebih awal tentu saja menyesuaikan jadwal libur dari tempat bekerja masing-masing,' ujar Jokowi dalam siaran persnya, Selasa (19/4/2022).
Jokowi mengatakan berdasarkan survey Kementerian Perhubungan (Kemenhub) didapatkan hasil bahwa akan ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang melintas pada mudik 2022. Dengan banyaknya peningkatan orang-orang yang mudik, tentunya bakal menimbulkan kemacetan lalu lintas. "Ini adalah jumlah yang besar dan diperkirakan akan terjadi kemacetan parah," katanya.
Dalam mengantisipasi kemacetan, pemerintah telah menyiapkan beragam rekayasa lalu lintas. Mulai dari aturan ganjil genap (gage), pemberlakukan satu arah (one way) hingga larangan truk masuk jalan tol.
Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan kepada para pemudik untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat mengingat pandemi Covid-19 belum usai. "Selamat mudik, tetap patuhi prokol kesehatan terutama dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," tuturnya.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.