LANGIT7.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah mengantisipasi potensi kemacetan yang pada arus mudik Lebaran tahun ini kawasan jalan utama Semarang-Purwodadi, tepatnya di Mranggen Demak.
Ada dua titik lokasi kemacetan yang berpotensi timbul, yakni di depan Pasar Mranggen sendiri dan juga di sebelah Timur pasar, tepatnya di lokasi pembangunan jalan layang di atas perlintasan sebidang kereta api, yang biasa disebut kawasan ganefo.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro mengatakan, potensi kemacetan berpotensi terjadi di jalan layang ganefo sudah diantisipasi sejak awal karena pembangunannya memang baru selesai pada bulan Agustus 2022.
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran, 2 Maskapai Buka Rute Baru Penerbangan di Bandara Ahmad Yani“Di depan Pasar Mranggen juga ada potensi kemacetan, pada jam-jam tertentu. Kami sudah siapkan jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di sana,” kata Henggar, Senin (18/4/2022) kepada Langit7.Id, usai mendampingi kunjungan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Kadinas Bina Marga Jateng Hanung Triyanto.
Jalur alternatif yang disiapkan akan melewati jalan desa. Lokasinya, jika dari arah Semarang ke Purwodadi, sebelum memasuki Pasar Mranggen ada perempatan jalan.
Henggar menuturkan, kendaraan kecil dari arah Semarang akan diarahkan belok ke kiri setelah sampai di perempatan sebelum Pasar Mranggen. Di sana melewati perlintasan kereta api sebidang, maju sekitar 50 meter dan ambil ke kanan lurus. Jalur tersebut akan tembus ke sisi timur jalan layang.
“Kalau untuk kendaraan besar seperti truk pada ukuran tertentu kan tidak boleh melintas pada saat-saat tertentu oleh Kementerian Perhubungan. Jalur alternatif itu nanti hanya untuk kendaraan kecil, seperti MPV dengan kapastias 7 penumpang, “ ucapnya.
Baca juga: Buat Pemudik, Berikut Rute Pengalihan One Way yang Akan BerlakuSelain itu, di sepanjang jalan depan Pasar Mranggen, sampai dengan Polsek Mranggen, median jalan nantinya akan ditutup sehingga tidak akan ada kendaraan yang putar arah untuk mengantisipasi kemacetan. Dinas Perhubungan juga berencana menambah rambu-rambu penunjuk jalan sebelum memasuki Mranggen.
Ganjar Pranowo mengatakan, titik-titik di daerah yang menjadi simpul kemacetan akan coba dimitigasi karena keputusan mudik harus diikuti dengan kesiapan daerah terutama dalam pengaturan lalu lintas. Jalur alternatif yang sudah disiapkan tinggal diuji cobakan biar kita bisa bekerjasama dengan Pemkan Demak dan kepolisian.
“Ini tinggal satu saja pemasangan bentangan baja yang melintas kereta api dan ini cukup panjang. Rasa-rasanya tidak bisa kita selesaikan sebelum Lebaran, sehingga mungkin dipasang setelah Lebaran agar lebih lancar (arusnya),” kata Ganjar.
(sof)