LANGIT7.ID-, Jakarta - - Berdasarkan pemantauan lalu lintas di berbagai jalur utama keluar ibu kota, tercatat hingga Minggu (15/3) sore menunjukkan peningkatan yaitu 459.570 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta. Kemungkinan besar masih akan terus bertambah menjelang hari raya Idul Fitri.
Data tersebut disampaikan Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal mengatakan pergerakan kendaraan tersebut dipantau melalui Command Center Korlantas di KM 29 Bekasi, Sabtu (14/3) malam.
"Prediksi kami memang tanggal 14 dan 15 ada peningkatan, namun pada malam hari ini kami menyampaikan bahwa yang keluar ke Jakarta kurang lebih 459.570 kendaraan. Jadi, masih ada dari proyeksi keluar ke Jakarta itu 3.671.028 kendaraan, masih ada sekitar 3,2 juta ya, masih ada kurang lebih 76,9 persen," ujar Faizal.
Menurut dia, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta masih berada di tahap awal arus mudik. Dari total proyeksi kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta selama periode Lebaran sebanyak 3.671.028 unit, sekitar 76,9% atau sekitar 3,2 juta kendaraan diperkirakan masih akan bergerak dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga: Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Panglima TNI Siapkan 105 Ribu Prajurit Amankan MudikIa menambahkan peningkatan volume kendaraan diperkirakan terjadi pada pertengahan pekan depan seiring mendekati puncak arus mudik Lebaran.
"Tentunya kami akan mengantisipasi sisa pelaksanaan Operasi Ketupat ya, terutama pada arus mudik, kemungkinan prediksi kami hari Rabu, Kamis, Jumat, itu akan terjadi lonjakan," tegasnya.
Korlantas Polri dipastikan akan terus melakukan pemantauan dan antisipasi terhadap perkembangan arus mudik melalui pengawasan di jalan tol maupun jalur arteri utama. Disampaikan pula ada sejumlah titik rawan macet di jalur mudik.
Berikut sejumlah titik yang diperkirakan berpotensi mengalami kemacetan:1. KM 47-49 Tol Jakarta-Cikampek, lokasi pertemuan arus kendaraan dari jalur utama dan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ).
2. KM 110 Tol Jakarta-Cikampek, karena terjadi penyempitan lajur dari tiga menjadi dua jalur.
3. Gerbang Tol Kalihurip dan kawasan Pasteur, yang kerap mengalami perlambatan kendaraan menuju Bandung.
4. Nagreg dan Limbangan, dua titik kepadatan utama di jalur selatan Jawa Barat
5. Gerbang Tol Kalikangkung dan kawasan Jatingaleh, yang menjadi simpul kendaraan menuju Jawa Tengah.
6. Tol Jakarta-Merak KM 50 arah Merak, jalur menuju Pelabuhan Merak yang rawan tergenang banjir saat hujan.
Dalam upaya mengantisipasi kemacetan, Faizal menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas selama masa mudik.
Beberapa skema yang akan diterapkan antara lain contraflow, sistem satu arah (one way) baik lokal maupun nasional, serta delay system. Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut akan dilakukan secara dinamis dengan memanfaatkan teknologi pemantauan lalu lintas secara
real time.
"Penggunaan cara bertindak ini menggunakan digital, menggunakan teknologi. Yang di mana teknologi ini kita pasang di area-area tertentu yaitu berupa
traffic counting yang akan kita masukkan dalam data dengan nanti PC ratio," jelas Faizal.
Baca juga: Okupansi Kereta Api Lebaran 2026 Tembus 101 Persen, Pemudik Mulai Bergerak Lebih AwalIa mencontohkan, apabila jumlah kendaraan di suatu titik meningkat dari sekitar 5.500 menjadi 6.500 kendaraan dalam satu jam, maka rekayasa lalu lintas akan segera diberlakukan. Selain itu, kepolisian juga memberlakukan pembatasan kendaraan berat selama masa pengamanan mudik melalui Operasi Ketupat.
Truk dengan tiga sumbu atau lebih dilarang melintas selama operasi berlangsung, kecuali kendaraan yang mengangkut kebutuhan penting seperti bahan pokok, bahan bakar minyak, dan bantuan bencana.
(lsi)