LANGIT7.ID, Jakarta -
Kue kering bak primadona karena menjadi yang paling sering disuguhkan di ruang tamu saat momen lebaran. Berikut estimasi modal dan omzet
bisnis kue kering.
Kue kering memiliki beberapa variasi di antaranya, nastar, kastengel, putri salju, lidah kucing, dan lainnya. Minat masyarakat muslim yang meningkat menjadikan kue kering sebagai bisnis yang menjanjikan.
Bagi Sahabat Langit7 yang tertarik untuk usaha kue kering
lebaran, berikut estimasi perhitungan modal dan keuntungannya, dilansir dari laman
digipreneur.site.
Baca Juga: Resep Bikin Opor Ayam ala Lis, Tampilannya Bikin NgilerModal Tetap/InvestasiEtalase kue kering: Rp2.000.000
Oven kue: Rp1.500.000
Mixer kue: Rp1.000.000
Loyang: Rp120.000
Kompor beserta tabung gas: Rp500.000
Kuas: Rp5.000
Wadah: Rp35.000
Cetakan kue: Rp35.000
Gilingan adonan kue: Rp250.000
Teplon: Rp80.000
Pisau: Rp25.000
Sendok: Rp20.000
Panci: Rp150.000
Serbet: 14.000
Peralatan tambahan: Rp50.000
Total: Rp5.784.000
Sebagai catatan, Sahabat juga bisa menggunakan peralatan yang sudah ada. Sehingga dapat lebih menghemat biaya pengeluaran modal awal usaha.
Biaya VariabelTepung terigu: Rp250.000
Telur: Rp80.000
Gula halus: Rp80.000
Margarin: Rp60.000
Coklat bubuk: Rp45.000
Vanili: Rp25.000
Cengkih: Rp20.000
Mentega: Rp30.000
Tepung maizena: Rp50.000
Selai: Rp25.000
Keju: Rp26.000
Hiasan untuk kue: Rp20.000
Pengemas kue kering: Rp20.000
Toples plastik: Rp50.000
Biaya air dan listrik: Rp100.000
Total: Rp551.000
Omzet Bisnis Kue KeringJika Sahabat mampu memproduksi 250 toples kue kering dan menjualnya per toples dengan harga Rp20.000, maka estimasi omzet yang didapat adalah Rp5.000.000. Kemudian kurangi pendapatan tersebut dengan biaya variabel untuk menghitung laba bersih: Rp5.000.000 – Rp551.000 = Rp4.449.000.
Dalam usaha ini, modal tetap adalah investasi bagi Sahabat untuk menjalankan usaha kue kering. Jadi, tidak dihitung sebagai modal utama ya. Selamat mencoba.
(bal)