LANGIT7.ID, Jakarta - Persoalan tunggakan gaji dari klub FK Senica, yang menaungi Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaman kabarnya sudah di laporkan ke FIFA. Hanya saja, belum ada keputusan yang menggembirakan dari upaya tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Presiden Union of Football Professionals (UFP) di Slovakia, Jan Mucha Jr, dalam wawancara dengan sport.aktuality.sk, dikutip Jumat (22/4/2022).
Jan Mucha Jryang secara intens berhubungan dengan para main yang masih bermain di FK Senica. Sebenarnya tidak sedikit pemain yang mengadukan masalah ini ke FIFA, namun kandas ditengah jalan.
Baca juga: Meski Tak Digaji, Egy dan Witan Tetap Bermain untuk FK Senica“Banyak yang telah mengajukan tuntutan hukum ke SFZ atau kamar penyelesaian sengketa FIFA, tetapi keputusan yang menguntungkan mereka (pemain) tidak menghasilkan apa-apa. Pertanyaannya adalah siapa dan dan bagaimana menjamin stabilitas keuangan klub selama semusim?,” kata Jan Mucha.
“Tidak ada dana klub dan tidak ada mekanisme di tingkat SFZ yang akan melindungi pemain dan karyawan lain dari kekurangan properti klub. Situasi berakhir untuk tahun kedua berturut-turut dengan utang jutaan dolar, yang hanya dibayar oleh karyawan. Tidak ada seorang pun di SFZ yang kehilangan gajinya, tetapi untuk tahun kedua berturut-turut, pemain dengan nilai sekitar 2 juta euro,” ujar eks kiper timnas Slovakia tersebut.
Sebelum FK Senica, ada klub bernama Nitra yang juga mengalami masalah finansial di Liga Fortuna Slovakia.
Baca juga: FK Senica Ditinggalkan 8 Pemain, Termasuk Egy dan Witan? Disampaikan Juan, situasi di Senica sangat buruk. Ini bukan hal baru, karena semua tahu FK Senica telah membuat pemilik lama hengkang. Masalah di klub dimulai pada masa pemilik Venezuela, berlanjut di bawah pemilik lain.
“Jelas tidak ada yang membuat iri pemilik saat ini, karena telah mewarisi hutang besar,” ujar dia.
(sof)