LANGIT7.ID, Jakarta - Lebaran
Idul Fitri identik dengan kemeriahan, sehingga keuangan lebih boros. Umat Islam menghabiskan uang untuk
mudik, belanja lebaran hingga hadiah.
Kemeriahan saat momen Lebaran memang tidak bisa dihalangi oleh apa pun. Namun, umat juga harus bisa mengontrol keuangannya agar tidak habis begitu saja.
Pakar perencana keuangan FEB UGM, Eddy Junarsin, menjelaskan saat mudik Lebaran, umumnya jumlah pengeluaran seseorang lebih besar dibanding dengan pendapatannya selama satu bulan. Namun, pengeluaran tersebut bisa ditutupi dari hasil pemasukan dari 11 bulan lainnya.
Baca Juga: 5 Jenis Bisnis yang Ramai jelang Lebaran, Cocok untuk Tambah THR"Ada bulan-bulan tertentu, di mana pengeluaran lebih besar ketimbang penghasilan, sehingga defisit. Seperti hari raya dan saat anak masuk sekolah," ujarnya, Ahad (24/4/2022).
"Namun, secara total tahunan masih bisa ditutupi. Untuk itu, perlu ada dana yang ditabung sebelumnya," tambahnya.
Dalam mengelola perencanaan keuangan yang baik perlu ada proteksi keuangan (financial protection), proteksi kekayaan (wealth protection) dan distribusi kekayaan (wealth distribution).
Meski tiga pilar ini berlaku bagi setiap orang, tapi pada praktiknya tidak mudah sesuai dengan kondisi ekonomi keuangan masing-masing.
Proteksi keuangan merupakan kondisi keuangan yang cukup untuk memenuhi pengeluaran bulanan. Artinya, minimal 10 persen dari total pendapatan setiap bulannya sebaiknya ditabung.
Uang yang ditabung selain bisa dijadikan dana simpanan, juga bisa digunakan untuk kegiatan investasi. Bahkan, dana tabungan itu dijadikan untuk menutupi pengeluaran selama mudik.
"Kedisiplinan sangat penting untuk menabung. Sementara, rasio utang yang sehat yakni maksimal 35 persen dari total pendapatan. Sisanya untuk pengeluaran rutin," ujar dia.
Dia mengingatkan agar pengeluaran yang membengkak saat mudik Lebaran, jangan sampai menambah persentase utang baru.
"Momen hari raya memang bukan bulan bagi kita untuk berhemat. Justru pengeluaran kita bertambah, tapi saya kira bisa ditutupi dari akumulasi dari pendapatan kita selama setahun," katanya.
Namun begitu, kegiatan mudik lebaran bisa memberikan dampak ekonomi bagi daerah yang menjadi tujuan para pemudik.
Sebab, jumlah perputaran uang diprediksi akan meningkat, sehingga mampu memberikan dampak positif ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Pasti pendapatan akan meningkat terutama para pedagang. Inflasi juga akan naik. Ada efek positifnya,” katanya.
(bal)