LANGIT7.ID - lmu tajwid adalah ilmu yang sangat mulia karena berkaitan secara langsung dengan Al Qur' an dan memiliki banyak keutamaan. Keistimewaan dan keutamaan itu banyak disebutkan dalam Al Qur'an sendiri dan oleh Rasulullah dalam hadist-hadist shahih.
Secara bahasa, tajwid artinya adalah tahsin, yakni membaguskan bacaan. Sedangkan menurut istilah, menurut Ustadz Effendi Anwar, LC, Al Hafidzh dalam bukunya "Bimbingan Tahsin & Tajwid Ustmani" terbitan Darus Sunnah, 2018, adalah membaca Al Qur'an dengan benar sebagaimana bacaan Rasulullah SAW dan para Sahabat, Ra dengan cara mengeluarkan huruf dari makhrajnya (tempat artikulasi) dan memenuhi sifat dan memperhatikan hukum bacaan, seperti, apakah huruf tersebut dibaca jelas, samar, tipis, tebal, panjang, pendek dan sebagainya.
Menurut para ulama, hukum mempelajari ilmu tajwid secara teori adalah fardhu kifayah. Hal ini terkait pengajaran terhadap ummat. Bila ada sebagian yang telah mempelajari dan memahami ilmu tajwid maka gugur kewajiban bagi muslim yang lain.
Tapi tidak bisa berhenti di situ . Membaca Alquran dengan ketentuan ilmu tajwid hukumnya adalah fardhu ain atau diwajibkan untuk setiap individu, karena bila seorang muslim tak memahami tajwid dan salah dalam melafalkan bacaan Al Qur'an sangat berisiko salah dalam arti. Maka di sinilah alasan wajib untuk menghindari kesalahan dalam pengucapan kalam-kalam Allah.
Satu contoh,
qalb yang berarti kalbu harus dilafalkan dengan makhraj yang sesuai. Bila lidah terpeleset atau bahkan tidak tahu bagaimana melafalkan kemudian suara yang keluar adalah "
kalb", maka bisa fatal perubahan artinya, sebab kata kedua berarti anjing. Maka di sinilah alasan wajib mempelajari tajwid demi menghindari kesalahan dalam pengucapan kalam-kalam Allah.
Ada banyak dalil Al Qur'an dan hadist yang menjelaskan mengenai tajwid dan mereka yang mempelajarinya.
Berikut beberapa keutamaan dan keistimewaan mempelajari ilmu Tajwid:
1. Allah menghendaki agar hambanya membaca Al Qur'an dengan benar dan jelas, sehingga mempelajari ilmu tajwid sama artinya mematuhi perintahNya.
"Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan." (QS Al Muzzamil ayat 4)
2. Mempelajari dan mengajarkan Alquran merupakan tolak ukur kualitas seorang muslim.
Sebagaimana Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya." (HR. Bukhari).
3. Mempelajari Alquran adalah sebaik-baik kesibukan.
Allah Swt berfirman dalam hadits Qudsi: "Barangsiapa yang disibukkan oleh Alquran, dalam rangka berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah engkau berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaan kalam Allah daripada seluruh alam yang lain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya. (HR. Tirmidzi).
3. Dengan mempelajari Alquran akan turun sakinah (ketentraman), rahmat, malaikat dan Allah menyebut-nyebut orang mempelajari Alquran kepada makhluk yang ada di sisi-Nya.
Rasulullah bersabda: "Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu masjid dari masjid masjid Allah kemudian mereka membaca Alquran dan mempelajarinya, melainkan turun kepada mereka ketentraman diliputi dengan rahmat di naungi oleh malaikat dan disebut-sebut oleh Allah di hadapan makhluk-Nya (HR. Muslim). Demikian dikutip dari buku 'Pedoman Daurah Alquran halaman 17-20 karya Abdul Aziz Abdur Rauf, al-Hafizh.
Sebenarnya masih ada lagi dalil Al Qur'an dan hadist yang menjelaskan mengenai tajwid. Itu sekaligus menunjukkan tidak ada lagi alasan bagi pemeluk agama Islam untuk menunda mempelajarinya.
(arp)