LANGIT7.ID-, Surabaya- - Tokoh legendaris dangdut Indonesia yang juga aktif dalam dakwah Islam, H Rhoma Irama, menilai masyarakat sekarang banyak yang menganggap Al-Qur’an itu biasa. Sehingga mereka lebih banyak membaca gadget/gawai/handphone/HP daripada Al-Qur’an. Karena itu jangan fokus gadget saat Ramadhan.
“Padahal, Al-Qur’an itu hebat, saking hebatnya, gunung pun akan hancur karena takut Al-Qur’an, Prof Arnold Toynbee pun menganggap Islam bukan sekadar agama tapi bimbingan kehidupan yang lengkap, karena isi Al-Qur’an itu peradaban, jadi jangan banyak baca gadget,” katanya saat memberi tausiah peringatan Nuzulul Quran di Masjid Al Akbar Surabaya.
Bang Haji Rhoma Irama menjelaskan Al-Qur’an itu mukjizat untuk keselamatan dunia-akhirat. “Soal makanan, Al-Qur’an bicara halalan thoyiban (halal dan thoyib/baik), misalnya lemak itu halal tapi tidak menyehatkan, atau makanan halal tapi hasil mencuri, dan sebagainya. Al-Qur’an juga mengajarkan isteri sholihah itu bisa masuk surga dan di akhirat bisa lebih cantik dari bidadari, tapi syaratnya taat suami,” katanya.
Namun, Al-Qur’an masih dikalahkan gadget/HP, karena terbukti Al-Qur’an hanya menjadi perhiasan di rumah, karena gadget/koran lebih menjadi kebutuhan. Selain itu, Bahasa Arab yang merupakan bahasa Al-Qur’an juga tidak digalakkan seperti Bahasa Inggris, bahkan Bahasa Arab dianggap kampungan.
Baca juga:
Dian Sastro Rayakan HUT ke-43 dengan Bertilawah di Malam Nuzulul Qur'an“Padahal, Al-Qur’an itu masterpiece-nya tersimpan di Lauhul Mahfudz dan isinya diturunkan ke dunia secara bertahap hingga 30 juz, 114 surat 6.232 ayat, jadi Al-Qur’an itu Cahaya Kehidupan yang lengkap, hudan lin-nas, hudan lil muttaqin, nggak ada keraguan di dalamnya, lalu kenapa kok dikalahkan?,” katanya.
Dalam kegiatan yang juga dimeriahkan dengan pengundian 15 paket umroh bagi wajib pajak terbaik itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan sepakat dengan Bang Haji Rhoma Irama.
“Ramadhan adalah bulan diturunkannya AlQur’an, maka bulan ini adalah bulan Al-Qur’an, mari hitung sudah berapa kali khatam, atau tartil sudah semakin baik atau belum,” katanya.
Mengutip sebuah riwayat/kisah, Gubernur Khofifah menyebut Siti Aisyah pernah ditanya ayahnya Abu Bakar tentang kesan terhadap suaminya, Nabi Muhammad SAW. “Rasulullah itu akhlaknya Al-Qur’an. Semoga, Ramadhan menjadi momentum kita untuk menjadi ahli Al-Qur’an yang bukan hanya baca, tapi juga mengamalkan sebagaimana diajarkan Rasulullah,” katanya.
(ori)