LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan pada 2022 sebesar Rp542,8 triliun guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengharapkan adanya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul termasuk pemulihan pascapandemi Covid-19.
"Disamping melalui pendidikan, Indonesia dengan jumlah penduduk usia produktif yang mencapai lebih dari 191 juta orang, dan sebagian besar masyarakatnya merupakan Generasi Z dan Generasi Milenial diharapkan dapat mengoptimalkan peluang digitalisasi di berbagai sektor," ujar Airlangga dalam keterangan persnya dikutip Rabu (27/4/2022).
Baca juga: Kemenag Buka Pendaftaran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri 2022Airlangga penjelaskan saat ini telah muncul gelombang teknologi baru seperti jaringan 5G,
Internet of Things, blockchain,
artificial intelligence, dan
cloud computing yang dapat di manfaatkan lebih lagi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital.
Terkait ekonomi digital, pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui Digitalisasi UMKM sehingga dapat meningkatkan produktivitas UMKM.
“Pemerintah juga mendorong partisipasi UMKM Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital melalui dua pendekatan utama yakni Penguatan Ekosistem UMKM/IKM dan Penguatan Ekosistem e-Commerce," jelas Airlangga.
Baca juga: Kemenag Cairkan Dana PIP Madrasah Tahap I, Ini RinciannyaMenurutnya, dampak pandemi Covid-19 membawa dampak ke sektor perekonomian. Sementara secara global ada tantangan perubahan iklim, kenaikan inflasi global yang akan memicu normalisasi suku bunga di negara maju, serta ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina.
“Dengan berbagai tantangan yang terjadi, kita tetap memandang perekonomian Indonesia di tahun 2022 ini secara optimis. Indonesia telah memiliki landasan yang baik dimana ekonomi berhasil tumbuh sebesar 3,7% (yoy) pada tahun 2021,” ungkapnya.
(sof)