LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat yang melakukan
mudik diminta memprioritaskan keselamatan dan
menjaga kesehatan. Ada sejumlah hal yang harus disiapkan, apalagi bila tetap berpuasa.
Umat Islam yang dalam perjalanan atau safar memang tidak diwajibkan
berpuasa. Namun tidak sedikit dari mereka yang tetap memilih untuk shaum sambil melanjutkan perjalanan.
Pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), Fahmy Arif Tsani, menyampaikan beberapa hal yang harus dipersiapkan agar perjalanan mudik lancar dan aman.
Baca Juga: Waspadai Microsleep saat Mudik, Ini Cara Mencegahnya1. SahurPemudik yang memutuskan puasa ketika dalam keadaan safar tidak boleh melewatkan sahurnya. Terutama bagi mereka yang memutuskan berangkat saat siang hari.
“Jangan sampai tidak sahur. Pilihlah makanan yang menjadi modal perjalan selama mudik. Usahakan sahur memenuhi jumlah kalori, kebutuhan karbohidrat, protein, serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral,” jelasnya seperti dikutip laman NU, Jumat (29/4/2022).
Dia juga mengimbau agar masyarakat mengonsumsi buah-buahan, baik saat berbuka atau pun sahur. Pasalnya, dengan mengonsumsi buah dipercaya dapat memberikan efek kenyang lebih lama.
2. Penuhi kebutuhan cairanDalam sehari, seseorang idealnya mengonsumsi 2 liter air putih atau setara 8 gelas mineral, begitu pula saat berpuasa. Memenuhi kebutuhan cairan dapat membantu menjaga konsentrasi, sehingga menjadi penting bagi pemudik yang akan melakukan perjalanan panjang.
“Cairan harus diperhatikan mulai dari berbuka, tarawih, dan sahur. Bagaimana eksekusi 8 gelas sehari bisa dilakukan, karena cairan itu untuk konsentrasi,” katanya.
3. Jaga kesehatanFahmy menyampaikan, menjaga kesehatan tubuh bisa dilakukan dengan mengonsumsi sumber antioksidan, yang dapat ditemukan pada buah-buahan yang mengandung vitamin A, C, dan E.
“Vitamin A itu ada di wortel, vitamin C ada di jeruk dan jambu,” ungkap pria yang juga dosen di Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro tersebut.
4. Pertimbangkan waktu mudikDari segi waktu, kata dia, mudik setelah berbuka puasa merupakan pilihan yang baik. Apabila memungkinkan, seseorang disarankan untuk melakukan mudik usai berbuka.
“Kalau dari sisi waktu, mudik paling aman setelah berbuka, karena saat malam cuaca tidak begitu panas,” katanya.
5. IstirahatDia mengimbau agar pemudik tidak memaksakan kerja tubuhnya saat melakukan perjalanan jauh. Tubuh butuh waktu istirahat untuk setidaknya mengembalikan stamina.
"Istirahat ketika capek, baik sebelum perjalanan atau pun selama melakukan perjalanan," imbaunya.
(bal)