LANGIT7.ID - , Jakarta - Saat Lebaran, orang-orang kerap mengucapkan kalimat
"minal aidin wal faidzin", yang kemudian diikuti kalimat penyertanya, "mohon maaf lahir dan batin".
Benarkah
"minal aidin wal faidzin" merupakan permohonan maaf? Apa makna sebenarnya dari kalimat tersebut?
Ustadz Syafiq Riza Basalamah mengungkapkan, kalimat
"minal aidin wal faidzin" diucapkan kepada orang-orang yang telah menjalankan puasa Ramadhan selama sebulan penuh.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Haruskah Maaf-maafan?Artinya merupakan doa agar mereka menjadi orang yang kembali ke jalan Allah dan sukses.
"Arti
'minal aidin wal faidzin' itu bukan 'mohon maaf lahir dan batin'. Kalau memang mau meminta maaf silakan lakukan kapan saja, tapi jangan salah artikan kalimatnya," kata dia dikanal YouTubenya, dikutip Ahad (1/5/2022).
Dalam kalimat doa itu, umat Islam diharapkan dapat sukses dan diterima dalam amalannya. Terutama setelah menjalankan segala ibadah di bulan Ramadhan, baik puasa maupun sunnah, seperti tarawih.
"Mungkin mengartikannya sebagai permohonan maaf sudah lumrah. Tapi untuk memohon maaf tidak harus menunggu momen Lebaran," tegasnya.
Baca juga: Ziarah Kubur, Sebelum atau Sesudah Lebaran? Ini Penjelasan UstadzSebab, lanjut dia, permohonan maaf yang dikhususkan waktu Lebaran, pada akhirnya menyebabkan banyak orang hanya meminta maaf saat Lebaran saja. Padahal, waktu untuk meminta maaf bisa dilakukan kapan pun, dan lebih baik disegerakan.
"Itu yang perlu diluruskan. Wallahu a'alam bisshawab," katanya.
(est)