LANGIT7.ID, Jakarta - Belanja baju
lebaran menjadi hal lumrah bagi masyarakat. Namun ada satu hikmah dalam mengenakan
pakaian baru tersebut, khususnya niat menutup aurat.
Akademisi dan Praktisi
Keuangan Syariah, Dr Latief Awaludin, menjelaskan, ketika Ramadhan tiba gaya hidup dan daya beli masyarakat terutama di hari akhir kian meningkat.
"Di bulan Ramadhan umumnya masyarakat memiliki daya beli yang sangat meningkat, itulah salah satu keberkahan di bulan Ramadhan menjadi terutama di hari akhir," kata dia dalam tayangan akun youTube Finansialku.com.
Baca Juga: 5 Tips Jualan Baju Lebaran, Cepat Laris sebelum Malam TakbiranMenurut dia, memakai baju merupakan sebuah kebutuhan yang prinsif akan tetapi Islam mengajarkan bahwa inti memakai pakaian adalah untuk menutup aurat.
"Karena itu, ketika membeli pakaian, belilah pakaian yang intinya sebagai penutup aurat," ujar dia.
"Kedua, juga jangan sampai membeli pakaian itu mengandung sesuatu yang oleh agama terlarang, misalkan pakaian bagi perempuan yang transparan, ketat dan sebagainya. Karena itu Islam memberikan panduan bagaimana berbusana secara muslimah," katanya.
Selain itu, Latief mengatakan untuk membeli pakaian dengan sewajarnya, karena sesuatu yang berlebihan oleh agama dikecam baik itu makan, minum dan termasuk juga dalam berbusana atau berpakaian.
"Dalam berbusana atau berpakaian jangan sampai kita berlebihan, apalagi berpakaian itu sebagai bentuk kesombongan nah itu tentu diharamkan," katanya.
Latief menekankan bahwa inti dari membeli pakaian saat momentum lebaran adalah sesuatu yang diperbolehkan selagi tidak berlebihan, dan tidak ada unsur kesombongan.
"Silahkan kita membeli pakaian yang terbaik karena lebaran itu disunahkan, terutama saat kita shalat ied, kita harus menggunakan pakaian yang terbaik, bagus, rapih, bersih dan menjadi tidak salah jika kita memakai pakaian yang terbaru," katanya.
Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa momentum Idul Fitri bukanlah sesuatu yang harus selalu baru pakaiannya, tetapi lebih jauh daripada itu yakni kondisi jiwa, mental, dan spiritnyalah yang harus baru.
"Memang pakaian itu penting sebagai perhiasan dalam Al-Qur’an, tapi ingat berpakaian itu sebagaian dari menghiasi. Dan Rasul sendiri pun adalah orang yang sangat memperhatikan pakaiannya," ujarnya.
Menurutnya, hal terpenting dalam berpakaian yaitu pakaian yang bersih, rapih, memakai wangi-wangian, enak dipandang, dan tentunya menyejukan serta menjadi bagian perhiasan. Dia menyampaikan, sebaik-baiknya pakaian adalah pakaian takwa.
Baca Juga: Alasan Gus Baha Selalu Pakai Baju Putih, Pakaian Disunnahkan Rasul"Takwa bukan hanya secara fisiknya saja tetapi batinnya, jiwanya kita masuk orang-orang yang bertakwa. Itulah tips pakaian di hari lebaran," ujar dia.
Latief menambahkan, bahwa tidak mengapa jika hendak membeli pakaian lebaran terpenting adalah tidak berlebihan, atau sewajarnya sesuai dengan selera dan keindahan dan sesuai dengan batas-batas syariah.
"Bagi laki-laki belilah pakaian yang sewajarnya bagi laki-laki. Dan perempuan belilah pakaian terbaik sesuai dengan nasihat, dan batas-batas syariah terkait busana itu sendiri, selamat berlebaran mudah-mudahan hati kita baru, jiwa kita baru, pakaian kita pun baru," katanya.
(bal)